Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengungkap Kepemimpinan Status Quo 

R
Penulis: Redaksi❯
Machasin. (Dosen Prodi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unri)
Machasin. (Dosen Prodi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unri)

Advertisement

 

Kepemimpinan status quo adalah gaya manajemen dimana seorang pemimpin cenderung mempertahankan kondisi atau cara kerja saat ini. Pemimpin menghindari perubahan dan berpegang teguh pada prinsip “jika tidak rusak jangan diperbaiki” karena berisiko  menciptakan stagnasi di tengah dinamika pasar yang cepat berubah. Status quo menggambarkan kondisi yang mapan dan umumya diterima oleh berbagai pihak yang terlibat, berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan seperti politik, sosial, ekonomi dan lingkungan. 

Pertanyaannya, apakah anda beserta tim yang saat ini sedang memegang tampuk kekuasaan ingin mempertahankan status quo? Apakah anda memiliki niat dan berupaya menyusun strategi agar kekuasaan tidak jatuh ke tangan orang lain.  

Advertisement

Ada kecenderungan para pemim­pin beserta kroninya yang telah merasakan nikmatnya memegang kekuasaan, selalu ingin mempertahankan kekuasaannya. Berbagai strategi telah dirancang dan direkayasa agar kekuasaan tidak jatuh ke tangan orang lain. Kalaulah jatuh ke tangan orang lain tetap pada lingkaran status quo. Jalur yang ditempuh oleh pemimpin status quo adalah merancang suksesi melalui regenerasi yang diciptakan melalui kendaraan yang aman dan nyaman bagi penumpangnya. Meskipun berganti pemimpin, namun sebagai pemimpin status quo ia mampu mewariskan kepada kelompok binaannya untuk tetap bisa mengintervensi berbagai kebijakan yang menguntungkan pada kelompok status quo. 

Namun perlu disadari bahwa  kehidupan itu tidak ada yang abadi, sebaik  apapun kapasitas seorang pemimpin, jika dia  dikelilingi oleh pengikut yang buruk, maka  cepat atau lambat pengikut itu bisa mendatangkan kehancuran  untuk sang pemimpin. Pengikut yang baik, adalah mereka yang  bisa menghasilkan ide dan nilai. 

Advertisement

Mereka  juga harus kritis dan punya pendirian,  sanggup dengan tegas mengatakan ‘tidak’  jika memang diperlukan. Organisasi butuh pengikut yang bisa  menghasilkan ide dan memberikan  masukan. Sebaliknya pemimpin yang baik adalah: Menghormati setiap anggota tim, Tidak mempermalukan bawahan di depan umum, Menjaga etika dan sopan santun, Memberikan perlakuan yang adil, Mau menerima kritik dan saran, Tidak merasa paling benar,  Bersedia mengakui kesalahan, Mengutamakan kerja tim dari pada ego pribadi, Menghargai kontribusi anggota tim, Memberikan pujian secara tulus , Memberikan penghargaan atas prestasi, Mendengarkan dan menghormati ide tim, dan Memberikan motivasi kepada tim. 

Tugas pemimpin bukan membangun tembok raksasa melainkan membangun jembatan, menjadi fasilitator yang mampu mena­vigasi ketidakpastian. Pemimpin yang tidak melakukan upaya serius mengembangkan potensi sumberdaya yang dimiliki akan mengalami dua krisis sekaligus  yaitu krisis kurangnya tenaga kerja terlatih dan krisis munculnya kekosongan kepemim­pinan. 

Oleh karena itu sedari awal para penganut faham status quo agar menyadari bahwa kini dunia berubah dengan cepat, Waktunya untuk Berubah, Waktunya untuk Beradaptasi, saatnya Melangkah Keluar dari Zona Nyaman. 

Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar,  Mesin perubahan akan terus berjalan. Berubah bukan karena yang lama ‘buruk’ atau’salah’ tetapi yang lama sudah tidak relevan dan tidak kontekstual. Apa yang harus dirubah oleh pemimpin status quo? 

Di antaranya mengubah mindset cara berorganisasi yang professional, mengubah cara bekerja,  Mengubah cara belajar,  Mengubah cara mengelola perusahaan, atau   Mengubah cara mengelola pemerintahan. Jika anda yang saat ini memegang kendali kekuasaan dan ingin melanjutkan karier menuju puncak, lakukanlah perubahan dari model status quo menuju kepemimpinan baru melalui lajur pintu masuk  kepemimpinan transisi.  

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Klaim Lahan Masyarakat Bangun Jaya 68,78 Ha ke PT Agrinas Berstatus Quo, Lanjut ke Satgas PKH

Klaim Lahan Masyarakat Bangun Jaya 68,78 Ha ke PT Agrinas Berstatus Quo, Lanjut ke Satgas PKH

Dadisnakbun Rohul CH Agung Nugroho memimpin rapat mediasi persoalan lahan. Lahan masyarakat Bangun Jaya 68,78 Ha kini berstatus quo, lanjut

Komisi II DPRD Inhu Belum Sampaikan Status Quo 

Komisi II DPRD Inhu Belum Sampaikan Status Quo 

Komisi II DPRD Inhu masih proses surat rekomendasi status quo lahan PT SML usai RDP bersama BPN dan instansi terkait.

Loyalitas Bukan Fanatisme tapi Komitmen

Loyalitas Bukan Fanatisme tapi Komitmen

Loyalitas bukan fanatisme buta. Simak pentingnya komitmen, integritas, dan kepemimpinan dalam membangun organisasi yang sehat dan berintegri

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer