Alquran Mengungkap Ruang Waktu
Rindra Yasin • Jumat, 3 Mei 2013 | 10:00 WIB
Salah satu alkisah dalam Alquran tentang masalah teleportasi adalah teleportasi Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman, rasul sekaligus raja yang kaya raya, mendapat laporan dari burung hudhud ada ratu di Negeri Saba’ yang masih menyembah matahari dan mempunyai singgasana yang agung. Nabi Sulaiman memerintahkan untuk segera memindahkan singgasana ke istananya sebelum rombongan Ratu itu tiba, menempuh jarak 2.000 Km dari Yaman ke Yerusalem. Barangkali tujuannya untuk mendemostrasikan keunggulan kerajaan penyembah Allah dibandingkan kerajaan penyembah matahari.
Marilah kita ikuti dulu informasi dari Alqurqn surah An-Naml 27: 38-40: ”Berkata Sulaiman, “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. ”Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin, “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip…”
Jin Ifrit menyanggupi dalam tempo beberapa detik, yakni selama gerakan orang bangkit berdiri dari duduk. Tetapi seorang manusia yang berilmu sanggup mendatangkan singgasana itu dari ribuan kilometer dalam sepersekian detik, yakni lebih cepat dari kedipan mata. Ulama tafsir dan sejawan besar Islam, Muhammad Ibn Jarir at-Thabary dalam tafsirnya menerangkan bahwa orang berilmu tadi membaca asma Allah tertentu sehingga lebih sakti dari jin. Qatadah mengatakan bahwa orang tadi bernama Balihan. Yang menarik ialah bahwa demo kesaktian tadi bukan mukjizat Nabi Sulaiman sebab dilakukan oleh manusia biasa. Pesan dari ayat ini ialah manusia bisa melakukan perbuatan-perbuatan luar biasa dengan ilmu. Bahkan, bisa mengalahkan kekuatan gaib dari jin sekalipun. Subhanallah.
Perbuatan mengirim benda-benda dari jarak jauh dalam sekejap disebut teleportasi. Selain kisah Alquran yang saya kutip dari buku Mukjizat Sains Alquran, oleh Ir H Bambang Pranggono MBA, IAI. Berikut ini kita ambil kisah lain pada zaman sekarang ini tentang masalah teleportasi seperti di Cina sebagai berikut: “Seorang perempuan misterius yang nampak memakai tudung ini terekam di kamera pengawas lalu lintas. Ia menyelamatkan seorang pria yang mengayuh sepeda sambil menarik gerobak dari sebuah kecelakaan fatal di Cina. Kejadian terjadi di persimpangan jalan di malam hari yang sepi. Pada saat yang sama, sebuah truk melewati persimpangan jalan dan dari sisi jalan sebelah kiri dari kamera, terlihat si pengendara sepeda juga akan melintas di persimpangan itu. Pada saat yang sama, terlihat seorang wanita yang memakai tudung datang dari arah kanan kamera. Melihat kedua kendaraan tadi, yaitu sepeda dan truk yang datang saat bersamaan ke persimpangan jalan, maka tabrakan fatal pasti akan terjadi. Namun pada detik-detik
di saat pesepeda sudah tepat di depan truk yang siap melindas, di detik yang sama pula si wanita bertudung itu berkelebat dan menyambar pesepeda lalu mereka menghilang. Spontan pengemudi truk mengerem dan keluar dari kendaraannya dengan panik lalu mengecek kolong truknya berharap pesepada tak terlindas. Namun alangkah anehnya, kedua orang yang hilang tadi (pesepeda dan transporter) sudah ada di pinggir jalan pada sisi sebrang perempatan jalan tersebut!
Sebuah eksperimen sukses terjadi di Cina pada tahun 2010, ilmuwan di Cina berhasil melakukan teleportasi kuantum antara dua foto yang berjarak 16 kilometer, antara Badaling di Beijing dan Huailai di Provinsi Hebei. Konsep tentang teleportasi juga menjadi bagian dalam scene serial televisi Star Trek dan dalam film Time Machine. Persoalan teleportasi tinggal menunggu waktunya untuk dipecahkan. Kemajuan teknologi mempermudah misteri dan sains spiritual terungkap. Dan selayaknya bagi kita untuk menghormati dan kagum pada kebesaran pencipta mahakarya yang bernama teleportasi. Mungkinkah teknologi teleport ini telah benar-benar ada, namun disembunyikan oleh militer sebagai senjata rahasia? Atau mungkinkah sosok tersebut adalah penjelajah waktu atau time traveller? Atau mungkinkah sosok tersebut adalah makhluk dari dimensi lain atau dunia lain? Atau mungkinkah sosok itu adalah makhluk luar angkasa yang sedang di Bumi? Atau bisa jadi juga, mungkinkah sosok itu malaikat? Atau cuma menggunakan special effect? Pertanya
an yang jauh lebih banyak, dari pada jawabannya.
Teknologi setinggi ini memang belum dicapai. Tetapi dalam buku The Stars My Destination, A Bester mengungkap bahwa di tahun 2510, teleportasi manusia sudah menjadi sangat umum. Pada waktu itu, alat transportasi lain menjadi umum karena manusia bisa pergi ke segala penjuru di ruang angkasa dalam seketika. Instant travelling by mind seperti ini disebut dengan istilah jaunting. Beruntunglah orang-orang Muslim yang memiliki kitab suci yang selalu jauh dan mendahului penemuan-penemuan ilmiah. Terserah kepada kita sekarang, sanggupkah menangkap isyarat-isyarat itu sehingga umat Islam unggul di dunia?***
Rony Ardiansyah
Peminat kajian sains Alquran
Editor : Rindra Yasin