Seniman Taufik Effendi Aria Tutup Usia

Pekanbaru | Selasa, 03 Maret 2020 - 10:59 WIB

Seniman Taufik Effendi Aria Tutup Usia
Firman (UIR Press, 2008). Buku ini berisi 51 puisi yang (Taufik Efendi Aria (alm))

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Seniman Riau Taufik Effendi Aria tutup usia, Senin 2 Maret di Pekanbaru pada usia 78 tahun. Teaterawan dan penyair yang lahir 2 Juni 1942 ini wafat setelah sempat dirawat di rumah sakit PMC sejak dua pekan sebelumnya.


Sejak muda, TEA (sapaan akrab Taufik Effendi Aria, red) aktif berkesenian. Main teater,  menyutradarai dan membaca puisi di mana-mana.  Karya puisi tunggalnya yang terkenal berjudul Menuju Ruang Kosong Menjemput Firman (UIR Press, 2008). Buku ini berisi 51 puisi yang

ditulis tahun 1960-an, 1970-an, 1990-an sampai 2000-an.

Sebelum tahun 2008 tersebut, tahun 1975 TEA pernah menerbitkan buku puisi bersama Wunulde Syaffinal, seniman semasa dengannya. Tidak hanya Wunulde, ada lima nama besar seniman yang semasa dengan TEA waktu itu, yakni Ibrahim Sattah,  Idrus Tintin dan Ediruslan Pe Amanriza. Mereka semua sudah tiada dan TEA yang wafat hari ini adalah satu-satunya yang tersisa dari mereka.

Kelima-limanya memiliki gaya kesenimanan yang berbeda, kecuali TEA dan  Wunulde yang memiliki kemiripan gaya. Ibrahim Sattah memiliki gaya menyentak-nyentak dengan permainan kata sehingga dikenal dengan penyair Pucuk Mali-mali. Idrus Tintin tentu dengan kekayaan improviasasinya. Begitu juga dengan Ediruslan yang membaca puisi dengan gaya berceritanya.

Setelah dirawat di PMC selama sepekan, TEA kembali sehat dan sudah di rumah selama dua minggu meski dirawat intensif dan dibekali oksigen. Tadi pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, tiba-tiba TEA lemas. Melihat kondisi TEA, anak dan istrinya segera memesan ojek online dan membawa ke rumah sakit PMC sekalian cek karena setiap Senin memang jadwal cek sejak dirawat waktu itu. Saat dalam perjalanan ke rumah sakit itulah TEA menghembuskan nafas terakhirnya  TEA wafat mennggalkan istri dan seorang anak.

"Almarhum TEA seniman besar Riau, aktif berkesenian, bahkan sampai sekarang masih terus berkarya serta rajin mengikuti berbagai kegiatan seni sastra. Riau, kehilangan seniman besar," kata Kazzaini KS, salah seorang seniman dan budayawan Riau. Bersama penyair. Selain Kazzaini, hadir juga di rumah duka Jalan Kapling, Gang Rotari, Bukitraya tersebut, Taufik Ikram Jamil, Zuarman Ahmad, Iwan Irawan Permadi, Temol Amsal, Mosthamir Thalib dan masih banyak lainnya.(kun)




youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-07-10.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com