KASUS POSITIF NAIK JADI 10, LIMA DI PEKANBARU

Jam Malam Segera Diberlakukan

Pekanbaru | Sabtu, 04 April 2020 - 09:23 WIB

Jam Malam Segera Diberlakukan
Firdaus

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT berencana menerapkan jam malam di Kota Pekanbaru. Ini dilakukan untuk membatasi ruang gerak masyarakat yang saat ini dinilai masih tak mematuhi pentingnya tetap di rumah dan menerapkan social distancing.

Jumlah masyarakat Pekanbaru yang terkait dengan Covid-19 memang masih tinggi. Hingga Jumat (3/4), orang dalam pemantauan (ODP) berada di angka 1.289 orang. Bertambah 373 orang dari sehari sebelumnya. Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 56 orang. Bertambah dua orang dari Kamis (2/4). Sementara positif Covid-19 tiga orang dirawat dan satu orang sembuh. Untuk pasien positif, Jumat (3/4) bertambah pula satu orang lagi, sehingga total menjadi lima.

Dikatakan Firdaus, dalam dua pekan terakhir masih ada masyarakat yang keluar rumah hingga malam hari. Padahal Pekanbaru sudah ditetapkan dalam status Tanggap Darurat Bencana Nonalam Covid-19. "Pengamatan kami di lapangan, pada saat ada yang positif di Pekanbaru ketakutan masyarakat sudah agak bagus. Keluar rumah berkurang. Begitu diinformasikan yang positif sembuh, di lapangan malah bertambah yang keluar. Ada pikiran di masyarakat tidak apa-apa karena sembuh," urainya.

Di Pekanbaru, ada beberapa kecamatan yang jadi perhatian. Yakni Tampan, Bukit Raya dan Tenayan Raya. Tiga kecamatan teratas penyumbang ODP, PDP dan pasien positif terbesar.


"Kecamatan ini dengan kesadaran masyarakat yang masih rendah. Di lapangan saya sekali dua hari keliling. Sampai jam 12 malam masyarakat masih kongkow-kongkow," urainya.

Dikatakannya, warung internet (warnet) masih saja beroperasi padahal diminta tutup sementara.

"Banyak yang bermain di warnet. Dengan pertimbangan itu kami ambil kebijakan harus membatasi ruang gerak masyarakat dengan memberlakukan jam malam. Besok akan kami bahas. Bisa besok malam (malm ini, red), bisa Ahad malam diberlakukan," tegasnya.

Pihaknya segera memberlakukan jam malam melihat eskalasi angka ODP, PDP dan positif.
"Kami berharap kesadaran masyarakat semakin baik. Harapan kami bisa dipahami. Bilamana langkah itu juga belum membuat paham hingga eskalasi bertambah, tentunya tidak hanya jam malam. Bisa ke tahap pembatasan sosial berskala besar," tambahnya.

10 Orang Positif
Dalam dua hari terakhir, jumlah pasien positif corona di Riau mengalami peningkatan. Jika pada Kamis (2/4) lalu, pasien positif di Riau berjumlah tujuh orang, pada Jumat (3/4) kembali bertambah tiga orang. Sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 di Riau 10 orang.

Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar saat konferensi pers di Gedung Daerah Riau mengatakan, tiga pasien tersebut masing-masing berinisial SS (57), JG (58) dan AS (56).

"Di Riau ada tambahan tiga pasien positif corona. Totalnya 10 orang. Sembilan di antaranya masih dirawat, dan satu orang sudah sembuh dan dipulangkan," ujar Gubri.

Lebih lanjut dikatakan Syamsuar, SS adalah warga Kota Pekanbaru. Yang bersangkutan memiliki riwayat bekerja di Medan, Sumatera Utara. Sedangkan JG adalah warga Pelalawan yang pernah melakukan perjalanan ke Jakarta dan pulang ke Riau pada 13 Maret lalu.

"Sedangkan pasien AS adalah warga Rokan Hulu (Rohul). Yang bersangkutan pernah melakukan perjalanan ke Surabaya dan pulang ke Riau pada 21 Maret. Untuk pasien AS, saat ini dirawat di Rohul, sedangkan SS dan JG dirawat di Pekanbaru," jelas Gubri.

Setelah adanya penambahan pasien positif corona tersebut, pihaknya langsung melakukan tracking bersama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota. Termasuk pihak kepolisian untuk mengetahui dengan siapa saja pasien tersebut melakukan kontak.  "Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan jangan panik. Tetap lakukan pembatasan fisik, hindari keramaian, rutin mencuci tangan dengan sabun, berolahraga dan makan buah serta sayur," ajak Gubri.

Dalam kesempatan itu Gubri juga menyampaikan untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Riau saat ini berjumlah 122 orang. Dari jumlah itu 74 orang masih menjalani perawatan sementara 46 orang sudah sehat dan diperbolehkan pulang. “Untuk PDP juga ada yang meninggal dua orang. Sedangkan untuk ODP (orang dalam pengawasan, red) saat ini berjumlah 20.178. Dari jumlah itu 2.531 sudah selesai menjalani pemantauan,” jelasnya.

Tracing Kontak
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pelalawan melakukan tracing kontak terkait adanya temuan dua warga terkonfirmasi corona di Kecamatan Pangkalankerinci berinisial RBT (50) dan JG (58). Pelacakan terhadap warga yang telah berinteraksi dan kontak langsung dengan pasangan suami dan istri positif corona ini, dilakukan untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut di lingkungan sekitar maupun secara luas di Pangkalan Kerinci dan Kabupaten Pelalawan. "Ya, saat ini kita tengah melakukan tracing atau pelacakan terhadap sejumlah orang yang pernah melakukan kontak dengan warga pasien positif corona ini. Pasalnya, sebelum dibawa ke Rumah Sakit Santa Maria pascabepergian dari Jakarta, pasien ini diketahui pernah dijenguk teman satu gerejanya," terang Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pelalawan H Asril SKM MKes kepada Riau Pos, Jumat (3/4).

Diungkapkannya bahwa, setelah data orang-orang yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi corona ini didapatkan, maka pihaknya akan langsung melakukan rapid diagnostic test dan beberapa tes lainnya. Selain itu, mereka juga akan dilakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat tim medis gugus tugas. Hal ini dilakukan agar mereka tidak ikut terpapar Covid-19.

Selain melakukan tracing kontak, sambung Kepala Diskes Pelalawan ini, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan orang terdekat pasangan suami dan istri terkonfirmasi Covid-19 ini. Yakni tiga anaknya yang saat ini telah ditetapkan sebagai PDP dan dirawat di ruang isolasi RSUD Selasih Pangkalankerinci.

"Saat ini kami masih menunggu hasil swab laboratoriun Kemenkes terhadap ketiga anak pasein positif Covid-19. Hanya saja, karena mereka didiagnosa PDP ringan, mereka diperbolehkan pulang setelah membuat pernyataan tidak keluar rumah dan dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari dengan pengawasan ketat tim medis gugus tugas," sebut Asril seraya mengatakan pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan di rumah pasien.






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook


Achmad - Idul Fitri

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-05-28.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com