Komisi IV DPRD Pekanbaru Sayangkan Tak Ada Pembangunan Sekolah Baru

Pekanbaru | Kamis, 23 Juni 2022 - 09:01 WIB

Komisi IV DPRD Pekanbaru Sayangkan Tak Ada Pembangunan Sekolah Baru
Suasana hearing antara Komisi IV DPRD Pekanbaru dengan Kepala BPKAD Pekanbaru dan Dinas Pendidikan Pekanbaru, Rabu (22/6/2022) di ruang Komisi IV DPRD. (DPRD PEKANBARUUNTUK RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tahun 2022 ini hampir dipastikan Pemko Pekanbaru tidak akan ada pembangunan gedung sekolah baru, baik untuk tingkat SD maupun SMP negeri.

Hal ini terungkap dalam hearing Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru bersama Dinas Pendidikan (Disdik) dan BPKAD Pekanbaru, Rabu (22/6) di ruang Komisi IV. Sebagaimana diketahui, anggaran yang diperuntukkan bagi Disdik Pekanbaru tahun 2022 tidak sedikit, berkisar Rp587 miliar.

Yamaha Alfa Scorpii

"Memang kami sayangkan kebijakan ini (tidak ada pembangunan  gedung sekolah baru, red). Padahal anggarannya besar. Rp10 miliar yang dianggarakan untuk renovasi pun ini tidak cukup," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Jepta Sitohang.

Dalam hearing, Jepta didampingi anggota Komisi IV lainnya yaitu Robin Eduar SE MH, Roni Pasla SE, Sigit Yuwono ST, Zulfahmi SE, dan Ali Suseno Aln. Hadir langsung Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas, Kepala BPKAD Yulianis dan para kepala bidang.

Berdasarkan pengalaman setiap tahunnya, dampak dari kekurangan sekolah ini mengakibatkan banyaknya anak putus sekolah.

"Mau ambil sekolah swasta terkendala dibiaya. Ini seharusnya menjadi pertimbangan, dan membangun sekolah ini harus menjadi prioritas utama," tambahnya.


Dari data Disdik, tahun 2022 ini saja, murid lulusan SD sebanyak 19.700 orang. Sementara daya tampung di SMP negeri hanya sekitar 8.000-an untuk 47 unit SMPN yang ada di Kota Pekanbaru.

"Meski ada pembangunan sebanyak tiga SMP negeri yang baru dibangun tahun 2021 lalu, yakni SMP di Tuah Karya, Jalan Labersa dan Jalan Muhajirin,  tapi ini tidak bisa mengakomodir sisa 11.000 lulusan SD yang lain," sebutnya.

Untuk itu, ditambahkan anggota Komisi IV lainnya, Robin Eduar meminta agar Disdik Pekanbaru mengajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat lewat APBN. Artinya, jika pemko tidak cukup anggaran lewat APBD, maka harus pandai-pandai melobi pusat untuk minta bantuan.

"Daerah lain bisa, kok kita nggak bisa. Harus pandai melobi pusat. Catatan juga bagi Pj Wako untuk menempatkan kepala OPD yang jago lobi ke pusat, mau pun lobi provinsi. Jangan hanya pandai menghabiskan APBD saja," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas mengatakan, pada tahun ini anggaran untuk Disdik sebesar Rp587 miliar. Rp10 miliar di antaranya dianggarkan untuk renovasi gedung PAUD, SDN dan SMPN.

Untuk pembangunan sekolah baru, disampaikannya tahun 2022 ini tidak ada dianggarkan.

"Tak tahu lah," katanya singkat saat ditanya mengapa tidak dianggarkan.

Namun Ismardi Ilyas menegaskan, anggaran yang sudah diplot untuk Disdik Pekanbaru sudah sesuai amanat UU, yaitu 20 persen untuk pendidikan.

Sedangkan Kepala BPKAD Pekanbaru Yulianis menyampaikan, bahwa anggaran yang diberikan ke Disdik Pekanbaru, itu terdiri dari berbagai sumber. Dari APBD Pekanbaru, APBD Riau dan APBN.

"32 persen itu dari pusat. Sedangkan dari APBD Pekanbaru hanya 10 persen," paparnya.(yls)

Laporan AGUSTIAR, Kota

 

 








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



BRI Pekanbaru

DPRD SIAK



EPAPER RIAU POS  2022-08-11.jpg




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com