TES SWAB MASSAL DAN PERKETAT PERBATASAN

Tiga Hari Bertambah 75 Kasus Positif di Riau

Pekanbaru | Kamis, 25 Juni 2020 - 06:36 WIB

Tiga Hari Bertambah 75 Kasus Positif di Riau
Pegawai di lingkungan Kecamatan Bukitraya melakukan rapid tes dan swab di Kantor Kecamatan Bukitraya Pekanbaru, Selasa (23/6/2020). Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau akan melakukan tes swab secara massal di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Indragiri Hilir.(EVAN GUNANZAR/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau akan berkolaborasi untuk melakukan tes swab secara massal. Yakni di sekitar lokasi temuan pasien positif Covid-19 di Riau yang dalam tiga hari terakhir melonjak. Yakni di Kota Pekanbaru dan Indragiri Hilir (Inhil). Khusus di Pekanbaru, swab massal akan dilaksanakan di dua tempat.

Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau Syahrial Abdi saat konferensi pers, Rabu (24/6). Dua tempat di Pekanbaru tersebut adalah di Plaza Sukaramai tempat klaster BRI dan di Rumbai Pesisir, tempat ditemukannya klaster Rumbai.

"Mulai tanggal 26 besok, gugus tugas provinsi dan Kota Pekanbaru akan melakukan tes swab terhadap cakupan tracing dari klaster yang menonjol di Pekanbaru. Yakni klaster BRI dan Rumbai," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain di Pekanbaru, tes swab massal ini akan dilakukan di daerah lain yang juga didapati peningkatan jumlah pasien positif dalam beberapa waktu terakhir, seperti di Inhil.

"Tes swab ini nantinya juga akan terus dilakukan perluasan ke daerah lainnya untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya penularan Covid-19 yang selama ini belum diketahui," sebutnya.


Kegiatan tes swab tersebut akan dimaksimalkan selama 14 hari ke depan di tempat-tempat yang prioritas seperti pasar tradisional, mal, kafe dan rumah makan serta tempat hiburan. Dengan kegiatan tersebut, diharapkan bisa mendapatkan gambaran pola penularan Covid-19 pada gelombang kedua ini.

"Posko cek poin di perbatasan juga akan kembali diperkuat dan diperketat lagi. Sehingga orang-orang dari luar daerah yang akan masuk ke Riau jika tidak memiliki dokumen kesehatan tidak akan diizinkan masuk," ujarnya.

Saat ditanyakan apakah ada wacana untuk menerapkan PSBB lagi? Syahrial menyebut untuk keputusan pelaksaaan PSBB di daerah yang banyak ditemukan pasien positif hingga saat ini belum ada.

"Saat ini akan dimaksimalkan terlebih dahulu upaya pelaksaaan swab massal. Jika nantinya setelah dilakukan kegiatan itu belum juga membuahkan hasil yang menggembirakan, tentunya akan diambil kebijakan lain," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Mimi Yuliani Nazir mengumumkan adanya penambahan 24 pasien positif Covid-19 di Riau per Rabu (24/6). Dari 24 pasien positif tersebut, di antaranya berasal dari Inhil, Pekanbaru, Dumai, Bengkalis dan Kampar.

"Dengan adanya penambahan 24 pasien positif Covid-19 di Riau, total pasien positif Covid-19 di Riau saat ini menjadi 217 dari sebelumnya 193 pasien," katanya.

Dari penambahan 24 pasien positif Covid-19 di Riau tersebut, sembilan di antaranya berasal dari Inhil. Sembilan orang Pekanbaru, tiga Dumai, dua dari Bengakalis, dan satu dari Kampar.

"Khusus untuk Pekanbaru, dari sembilan pasien tersebut, tiga di antaranya berasal dari klaster BRI. Sementara yang lainnya merupakan kontak tracing pasien positif yang sudah meninggal yakni NC dan ada juga yang tidak diketahui riwayat perjalanannya," sebutnya.

Dari sembilan pasien positif Covid-19 di Pekanbaru, satu di antaranya adalah seorang bayi yang masih berusia 10 bulan berinisial JPL. Bayi tersebut merupakan kontak erat dari pasien positif sebelumnya yakni NC yang sudah meninggal beberapa waktu lalu.

"Dari informasi yang kami terima, bayi tersebut saat NC meninggal dunia ia dibawa orangtuanya takziah," kata Mimi.

Diduga saat dibawa orang tuanya takziah ke rumah NC, lanjut Mimi, JPL tertular Covid-19. Pasalnya, saat takziah tersebut cukup banyak orang yang hadir dan beberapa di antaranya sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Mungkin yang namanya anak bayi, saat itu banyak yang menggendong sehingga diduga tertular saat itu. Saat ini bayi tersebut sudah dirawat," sebutnya.

Pemko Pekanbaru Kembali Berlakukan WFH
Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Pekanbaru terus meningkat dengan penambahan total dalam tiga hari terakhir 27 kasus. Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT mengambil langkah antisipasi dengan kembali memberlakukan work from home (WFH) bagi para aparatur sipil negara (ASN) bawahannya.

Kembali diberlakukannya WFH ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Wako Pekanbaru nomor 800/BKPSDM-PKAP/ 1198 /2020, Rabu (24/6). SE ini berisi beberapa poin tentang penyesuaian sistem kerja ASN jajaran Pemko Pekanbaru dan ditujukan pada para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

WFH kembali diterapkan mencermati meningkatnya kembali jumlah pasien positif virus corona di Kota Pekanbaru dan adanya pasien positif virus corona dari kalangan ASN  Kota Pekanbaru. WFH berlaku terhitung mulai Kamis (25/6).(sol/alim/amn/ted)

>>> Selengkapnya baca koran Riau Pos edisi Kamis, 25 Juni 2020

Laporan: TIM RIAU POS (Pekanbaru)



youtube riaupos



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU

Pemkab.Pelalawan - HUT Adhyaksa



Sharp Pekanbaru PSBB


UIR PMB Berbasis Rapor

EPAPER RIAU POS  2020-08-10.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com