Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UIR- Ponpes Ibnu Jarir Hadirkan Integrasi PBA Tradisional dan Modern

H
Penulis: Herianto Baserah❯
Suasana pengembangan kurikulum Bahasa Arab di Pondok Pesantren Ibnu Jarir Bangkinang Kota oleh tim pengabdian Prodi PBA UIR, belum lama ini.
Suasana pengembangan kurikulum Bahasa Arab di Pondok Pesantren Ibnu Jarir Bangkinang Kota oleh tim pengabdian Prodi PBA UIR, belum lama ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebuah terobosan pendidikan berbasis nilai dan inovasi kembali dihadirkan oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Riau (UIR). Kali ini, pengabdian masyarakat berfokus pada pengembangan kurikulum Bahasa Arab murni melalui pendekatan ”Integrasi Peran Pendidikan Bahasa Arab Tradisional dengan Metode Pengajaran Modern” di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Jarir, Bangkinang Kota, belum lama ini.


Advertisement

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun model kurikulum Bahasa Arab murni yang tetap berpijak pada akar tradisi pesantren, namun dirancang dengan metodologi pengajaran mutakhir yang mampu menghidupkan kelas dan merangsang daya nalar santri. ”Kami ingin melahirkan santri yang tidak hanya fasih membaca teks klasik, tetapi juga mampu memahami konteks dan mengomunikasikan Bahasa Arab secara hidup dan aplikatif,” ujar Ustadz Akzam, dosen sekaligus koordinator tim pengabdian dari PBA UIR.

Salah satu kekuatan program ini terletak pada perubahan pendekatan pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered learning. Para santri tidak lagi hanya menerima materi secara satu arah, tetapi dilibatkan secara aktif dalam dialog berbahasa Arab, simulasi kehidupan, dan proyek berbasis masalah. ”Dengan pendekatan baru ini, kami melihat gairah belajar santri meningkat. Mereka lebih percaya diri berbahasa Arab dan mulai mencintai turats karena diajarkan secara kontekstual,” ungkap salah satu guru pengampu Ustadz Ahmad Sulhan Lc.

Model kurikulum yang dikembangkan berpegang pada prinsip: ”Asalah wa Mu’arah” orisinalitas dan kemodernan. Artinya, kitab-kitab rujukan tradisional tetap menjadi inti materi, namun cara penyajiannya disesuaikan dengan gaya belajar generasi milenial. Tim PBA UIR juga memperkenalkan penggunaan media digital sederhana yang tidak bertentangan dengan kultur pesantren, seperti audio-visual konten dan aplikasi kosa kata interaktif.(nto/c)

Advertisement
Editor : Arif Oktafian
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

UIR Pertahankan Posisi QS World University Ranking di Asia

UIR Pertahankan Posisi QS World University Ranking di Asia

UIR kembali menunjukkan komitmen dalam mempertahankan kualitas di tingkat internasional dengan QS Rangking di Asia dan Asia Tenggara

UIR Resmi Kantongi Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi

UIR Resmi Kantongi Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi

Universitas Islam Riau (UIR) resmi membuka Program Studi Kedokteran Gigi dan Program Studi Pendidikan Profesi Kedokteran Gigi

Dukung Ekosistem Halal di Riau, UIR Bersiap Jadi Lembaga Pemeriksa Halal

Dukung Ekosistem Halal di Riau, UIR Bersiap Jadi Lembaga Pemeriksa Halal

Universitas Islam Riau (menjalani proses Asesmen Akreditasi Awal Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sebagai dukungan Ekosistem Halal di Riau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer