
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya memperluas akses pendidikan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) berencana menggandeng 21 sekolah swasta untuk mendukung Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP tahun 2026.
Langkah ini bukan sekadar menambah angka, tetapi menjadi solusi bagi anak yang tidak tertampung di SMP negeri. Melalui kerja sama tersebut, anak tetap bisa bersekolah secara gratis meski belajar di sekolah swasta.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Syafrian Tommy mengatakan, bahwa kolaborasi ini sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu dengan melibatkan sekitar 17 hingga 19 SMP swasta. Tahun ini, jumlahnya ditingkatkan untuk memperluas daya tampung.
”Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa mengenyam pendidikan. Jika tidak tertampung di SMP negeri, mereka bisa dialihkan ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama,” ujar Tommy, Ahad (12/4).
Ia menegaskan, siswa yang ditempatkan di sekolah swasta tersebut tetap mendapatkan fasilitas pendidikan tanpa biaya. Hal ini dimungkinkan karena adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
Nantinya, Pemko Pekanbaru akan menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah ke sekolah-sekolah swasta yang terlibat dalam program ini. Dengan skema tersebut, pihak sekolah tetap dapat menjalankan operasional tanpa membebani siswa.
”Jadi anak-anak di sekolah swasta yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, sekolahnya gratis karena mendapat dana BOS daerah,” jelasnya.
Tak hanya soal biaya, kualitas pendidikan juga menjadi perhatian. Tommy memastikan mutu sekolah swasta yang terlibat telah dijamin oleh Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), sehingga setara dengan SMP negeri.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




