Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Elpiji Nonsubsidi Naik, Warga Mulai Beralih ke ‘’Tabung Melon’’

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Elpiji nonsubsidi 12 kg dan 5,5 kg tampak tersusun di depan salah satu kedai di Jalan Delima Pekanbaru, Ahad (19/4/2026). (EVAN GUNANZAR)
Elpiji nonsubsidi 12 kg dan 5,5 kg tampak tersusun di depan salah satu kedai di Jalan Delima Pekanbaru, Ahad (19/4/2026). (EVAN GUNANZAR)

Advertisement

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kenaikan harga elpiji nonsubsidi berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Sejumlah warga mengaku mulai mengurangi penggunaan gas nonsubsidi dan beralih ke elpiji 3 kilogram (kg) yang dinilai lebih terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari.

Di tingkat pedagang, kenaikan harga ini juga memengaruhi penjualan. Wasista, seorang pedagang gas di Pekanbaru, mengatakan permintaan gas nonsubsidi mengalami penurunan sejak harga mengalami kenaikan.

“Sekarang harga 12 kilogram sudah Rp260 ribu, Bright Gas 5,5 kilogram sekitar Rp125 ribu. Pembeli jadi berkurang, banyak yang beralih ke gas 3 kilogram,” ujar Wasista, Senin (20/4).

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Pelanggan yang sebelumnya rutin membeli gas nonsubsidi kini lebih memilih opsi yang lebih murah demi menekan pengeluaran.

Hal senada disampaikan oleh Irawan, salah seorang warga. Ia mengaku kenaikan harga gas nonsubsidi cukup memberatkan sehingga dirinya tetap menggunakan elpiji ‘’tabung melon’’ atau bersubsidi. “Harga sekarang cukup tinggi, jadi kami tetap pakai gas 3 kilogram. Lebih hemat untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.

Advertisement

Kenaikan harga gas di Pekanbaru, masih terdapat perbedaan harga jual oleh pangkalan gas. Pantauan Riau Pos, Senin (20/4) di sejumlah pangkalan gas terdapat perbedaan harga sebesar Rp10.000 untuk gas ukuran 12 kg dan Rp5.000 untuk gas ukuran 5,5 kg.

Febriani (41) salah seorang pemilik pangkalan gas di Jalan Delima Kecamatan Bina Widya mengaku saat ini harga gas 12 kilogram dari agen yang sebelumnya sekitar Rp200 ribu per tabung, kini naik menjadi sekitar Rp235 ribu. 

Harga tersebut tetap disesuaikan olehnya kepada konsumen. Ia menyebutkan harga eceran bisa mencapai Rp245 ribu per tabung, terutama jika disertai layanan antar ke rumah pelanggan.

Kenaikan harga ini sebelumnya memang sudah diinformasikan oleh pihak agen, namun karena sosialisasi yang tidak efektif sehingga membuat banyak konsumen yang kaget dan mengeluh dengan kenaikan harga yang terjadi selama dua hari terakhir ini.

“Kami kan menyesuaikan harga yang sudah ditentukan. Kalau dari agen sudah dikasih Rp235 ribu, tentu kami sesuaikan lagi saat jual, apalagi kalau diantar tentu harganya beda lagi,” ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Tiket Pesawat Ekonomi Berpotensi Lebih Mahal, Pemerintah Naikkan Biaya Fuel Surcharge Jadi 50 Persen

Tiket Pesawat Ekonomi Berpotensi Lebih Mahal, Pemerintah Naikkan Biaya Fuel Surcharge Jadi 50 Persen

Pemerintah naikkan fuel surcharge tiket pesawat ekonomi jadi 50% akibat kenaikan harga avtur mulai Mei 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer