
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Teknis keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Riau untuk Kloter BTH 3 menuju Embarkasi Batam tahun 1447 H/2026 M telah ditetapkan. Kloter pertama yang didominasi JCH asal Pekanbaru ini dijadwalkan mulai berangkat, Kamis (23/4) besok.
‘’Seluruh JCH diminta hadir pada titik kumpul di Halaman Bandar Serai atau purna-MTQ Jalan Sudirman Pekanbaru sesuai jadwal yang telah ditentukan. JCH juga diminta mengenakan pakaian batik haji dan atribut daerah,’’ ujar
Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru, Haryati, Selasa (21/4).
Ia mengatakan transportasi bus dan truk pengangkut barang akan bergerak menuju BSSK II mengikuti waktu yang sudah ditetapkan panitia. Untuk barang bawaan, JCH diingatkan agar memperhatikan ketentuan bagasi kabin dan bagasi utama.
“Termasuk membawa pakaian ihram di tas kabin bagi jemaah laki-laki. Tas bagasi wajib dikunci dan dilengkapi sabuk pengaman sesuai warna rombongan. Koper besar akan diantar ke kargo bandara, baik secara perorangan maupun kolektif oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), paling lambat satu hari sebelum keberangkatan,” jelasnya.
Petugas juga akan membagikan kartu identitas (ID card) untuk koper kabin dan bagasi guna memudahkan proses identifikasi. Pengantaran koper secara kolektif dipusatkan di lokasi KBIH masing-masing dan tidak diperkenankan menggunakan area publik.
Sementara itu, jadwal keberangkatan Kloter BTH 3 dibagi dalam tiga penerbangan. Pada penerbangan pertama, sebanyak 212 orang akan berkumpul pukul 05.45 WIB, berangkat ke bandara pukul 07.00 WIB, dan dijadwalkan lepas landas pukul 09.15 WIB.
Baca Juga: Pantau Penyaluran dan Konsumsi Elpji 3 Kg
Penerbangan kedua juga membawa 212 jemaah, dengan waktu kumpul pukul 09.20 WIB, menuju bandara pukul 10.35 WIB, dan take off pukul 12.50 WIB. Sedangkan penerbangan ketiga mengangkut 14 jemaah, dengan jadwal kumpul pukul 11.15 WIB, berangkat ke bandara pukul 11.55 WIB, dan lepas landas pukul 14.15 WIB.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian keberangkatan telah disusun secara rinci melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk memastikan kelancaran proses. “Seluruh tahapan sudah kita atur secara detail, mulai dari kedatangan jamaah di titik kumpul, penanganan koper, hingga proses di bandara. Kami minta jamaah disiplin mengikuti jadwal agar tidak terjadi kendala saat keberangkatan,” ujar Haryati.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




