
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Proses pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) Riau tersendat. Senin (27/4), rencana keberangkatan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 5 Embarkasi Batam (BTH) menuju Madinah terpaksa mengalami penundaan dan dijadwalkan ulang pada Selasa (28/4).
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau Defizon menambahkan, Kloter 5 ini tertunda karena masalah teknis pesawat. “Kami dapat jadwal terbaru dari pihak penerbangan bahwa kloter 5 kloter 5 besok (hari ini, red) sekitar pukul 14.10 WIB diberangkatkan ke Madinah,” ujarnya.
Kloter 5 BTH ini terdiri berjumlah 438 jemaah yang terdiri dari 436 orang asal Kabupaten Kampar dan 2 orang dari Kabupaten Siak. Mereka telah masuk Asrama Haji Batam sejak, Ahad (26/4). Akibat penundaan tersebut, para jemaah tidak langsung kembali ke asrama haji, tapi sempat diinapkan di salah satu hotel di Batam sambil menunggu kepastian jadwal keberangkatan.
Salah seorang keluarga JCH, Ari menyampaikan orang tuanya yang tergabung dalam kloter tersebut batal berangkat pagi kemarin disebabkan oleh persoalan teknis pesawat. “Orang tua saya batal berangkat pagi ini (kemarin, red), katanya persoalan teknis pesawatnya. Sempat diinapkan di hotel. Namun, sudah kembali ke asrama karena dijadwalkan berangkat besok (hari ini, red),” ujarnya.
Hingga Ahad (26/4), sudah 883 JCH Riau telah mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Namun demikian, terdapat tujuh JCH asal Pekanbaru yang harus menunda keberangkatan.
Ke-883 JCH Riau yang telah sampai di Tanah Suci tesebut, terdiri atas 869 jemaah, 4 Petugas Haji Daerah (PHD), 2 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 8 petugas haji kelompok terbang (kloter).
Baca Juga: Penanganan Banjir Pekanbaru Tak Bisa Sendiri, Pemko Perlu Uluran Tangan Pusat dan Provinsi
Defizon menyebutkan, dua kloter yang telah diberangkatkan yakni BTH 3 berjumlah 443 orang dan BTH 4 sebanyak 440 orang. “Seluruh jemaah dari dua kloter ini telah tiba di Madinah dan dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Defizon Senin (27/4). Selama berada di Madinah, jemaah akan melaksanakan rangkaian ibadah, termasuk Salat Arbain di Masjid Nabawi dan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah.
Namun ada tujuh jemaah asal Pekanbaru yang harus menunda keberangkatan. Empat di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit di Batam karena kondisi kesehatan. Sementara tiga lainnya merupakan pendamping.
“Jemaah yang ditunda akan diberangkatkan pada kloter berikutnya, menyesuaikan dengan kondisi kesehatan dan ketersediaan kursi penerbangan,” jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




