Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jurnalis Riau Didorong Adaptif di Era AI

J
Penulis: Joko Susilo❯
Para peserta Journalist Capacity Building yang ditaja Tanoto Foundation mendengarkan penjelasan dari narasumber, Rabu (29/4/2026). (Joki Susilo)
Para peserta Journalist Capacity Building yang ditaja Tanoto Foundation mendengarkan penjelasan dari narasumber, Rabu (29/4/2026). (Joki Susilo)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tanoto Foundation mengundang insan pers di Riau untuk mengikuti kegiatan Journalist Capacity Building yang digelar, Rabu (29/4) di Hotel Novotel Pekanbaru. Kegiatan ini mengusung tema ”Transformasi Jurnalisme Berkualitas di Era AI dan Digital” sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia media. 

Hadir sebagai narasumber, Yefrizal dan Wahyudi El Panggabean turut memberikan materi kepada peserta.

Regional Lead Tanoto Foundation, Dendi Satria Buana menegaskan bahwa peningkatan kapasitas jurnalis merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas informasi publik. ”Jurnalis memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya,” ujarnya. 

Ia berharap melalui pelatihan ini, jurnalis mampu mengolah data menjadi pemahaman, fakta menjadi kepercayaan, serta mendo­rong perubahan sosial yang konstruktif. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 16.00 WIB ini diawali dengan sesi bertema ”Lanskap Jurnalisme di Era AI & Digital”. 

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami perubahan besar dalam dunia media, termasuk pergeseran konsumsi berita dari media konvensional ke platform digital dan peran media sosial dalam membentuk opini publik.

Advertisement

Selain itu, dibahas pula pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kerja jurnalistik, mulai dari pengolahan data, penulisan berita otomatis, hingga verifikasi informasi. Meski demikian, pemateri menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak dengan tetap menjunjung tinggi prinsip akurasi, independensi, dan tanggung jawab. 

Pada sesi kedua, peserta mendapatkan materi tentang Etika Jurnalistik dan Verifikasi Informasi. Materi ini menekankan pentingnya menjaga akurasi pemberitaan, menerapkan prinsip cover both sides, serta melakukan fact-checking untuk memastikan kebenaran informasi.

Peserta juga diingatkan untuk melindungi narasumber, baik dari segi identitas maupun keselamatan, sebagai bagian dari tanggung jawab moral seorang jurnalis. Tanoto Foundation berharap kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi jurnalis.(ilo) 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Penanganan Krisis Komunikasi di Era AI Perlu Kepercayaan, Mitigasi dan Respons Cepat

Penanganan Krisis Komunikasi di Era AI Perlu Kepercayaan, Mitigasi dan Respons Cepat

Wakil Ketua Umum Perhumas Haviez Gautama menekankan pentingnya mengelola isu sebelum berkembang menjadi krisis.

Mitigasi dan Respons Cepat Sangat Diperlukan, Tangani Krisis Komunikasi di Era AI 

Mitigasi dan Respons Cepat Sangat Diperlukan, Tangani Krisis Komunikasi di Era AI 

Suara hasil rekayasa AI dapat menyerupai tokoh asli dan menyesatkan masyarakat. Makanya penanganan krisis komunikasi di era AI perlu respons

IDMC 2026 AMSI Dibuka, Bahas Masa Depan Media di Era AI dan Konten Kreator

IDMC 2026 AMSI Dibuka, Bahas Masa Depan Media di Era AI dan Konten Kreator

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan industri media menghadapi tantangan serius terkait kepercayaan publik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer