Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Drainase Mampet, Air Kotor Tergenang di Jalan

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
Seorang  warga kesulitan melintas di ruas Jalan Merpati, Kecamatan Binawidya yang tergenang air yang sudah menghitam, Kamis (7/5/2026). (Prapti Dwi Lestari/riau pos)
Seorang warga kesulitan melintas di ruas Jalan Merpati, Kecamatan Binawidya yang tergenang air yang sudah menghitam, Kamis (7/5/2026). (Prapti Dwi Lestari/riau pos)

Advertisement

 

BINAWIDYA (RIAUPOS.CO) – Pengerjaan perbaikan jalan dan drainase di kawasan Jalan Merpati, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya mendadak terhenti. Proyek yang berada di lingkungan Perumahan Lumba-Lumba ini terpantau mangkrak selama hampir tiga pekan terakhir. 

Kondisi ini dikeluhkan warga sekitar karena kondisi drainase yang mampet menyebabkan air kotor meluap menggenangi badan jalan.

Advertisement

Pantauan Riau Pos, Kamis (7/5) badan jalan yang sebe­lumnya sempat dibongkar kini dibiarkan dan tergenang. Meski terdapat penanda berupa benang di sekitar trotoar sepanjang Jalan Cendrawasih sampai Jalan Merpati, tidak terlihat adanya aktivitas pekerja maupun alat berat yang melanjutkan proyek di lokasi tersebut.

Yohanes, warga yang tinggal di lokasi tersebut mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, pembongkaran jalan dan drainase dilakukan sekitar satu bulan lalu. Ia katakan, masyarakat sangat berharap dengan adanya pengerjaan drainase dan ruas jalan ini dapat menjadi solusi atas masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Namun nyatanya, hingga kini perbaikan tidak kunjung selesai. Akibatnya, genangan air sudah mulai menghitam dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap bagi masyarakat.

Advertisement

”Pengerjaannya hanya berlangsung sekitar 4 sampai 5 hari saja setelah dibongkar, lalu mereka (pekerja) stop. Sudah ada sekitar tiga minggu ini belum ada kelanjutannya. Kami tidak tahu apa kendala pastinya hingga pengerjaan ini ditinggalkan begitu saja,” ujar Yohanes.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mariani warga lainnya. Menurutnya terhenti­nya proyek ini berdampak langsung pada mobilitas harian warga setempat. 

Di mana jalan yang dibongkar merupakan akses utama bagi penghuni perumahan dan jalur bagi pengantar logistik maupun kurir makanan. Akibat kondisi jalan yang tak kunjung selesai, warga terpaksa memutar arah melalui jalur alternatif yang lebih jauh.

Apalagi, masalah drainase di Jalan Merpati memang menjadi persoalan menahun. Dimana air kiriman dari arah Jalan Cendrawasih tumpah ke kawasan ini karena kapasitas parit yang tidak memadai, diperparah dengan posisi pemukiman yang lebih rendah dari badan jalan utama.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Ditargetkan Signifikan Kurangi Banjir, Wako Tinjau Perbaikan Drainase di Jalan Paus

Ditargetkan Signifikan Kurangi Banjir, Wako Tinjau Perbaikan Drainase di Jalan Paus

Wako Pekanbaru meninjau pembangunan drainase Jalan Paus senilai Rp4 miliar sepanjang 366 meter untuk mengurangi risiko banjir.

Drainase Diperbaiki, Jalan Teratai Pekanbaru Segera Diaspal Ulang sepanjang 783 Meter

Drainase Diperbaiki, Jalan Teratai Pekanbaru Segera Diaspal Ulang sepanjang 783 Meter

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah mengatakan drainase diperbaiki, Jalan Teratai Pekanbaru segera diaspal ulang 78 meter.

Drainase Jalan Darma Bakti Mulai Dibangun, Warga Berharap Banjir Tinggal Kenangan

Drainase Jalan Darma Bakti Mulai Dibangun, Warga Berharap Banjir Tinggal Kenangan

Drainase di Jalan Darma Bakti mulai dibangun Dinas PUPR Kota Pekanbaru, di mana warga berharap banjir yang kerap melanda tinggal kenangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer