
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pertamina Patra Niaga memenuhi panggilan Komisi II DPRD Pekanbaru untuk menghadiri rapat dengar pendapat (RDP), Kamis (7/5). Rapat ini membahas terkait antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekanbaru. Hasilnya, Pertamina berjanji akan melakukan evaluasi terhadap distribusi BBM.
Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Zainal Arifin. Hadir juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Yulianis, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama, dan Sales Branch Manager Pertamina Sales Area Riau Hary Prasetyo.
Turur hadir Wakil Ketua Komisi II Yasser Hamidy, Sekretaris Komisi M Rizki Rinaldi serta anggota Meiza Ningsih, Mona Sri Wahyuni, Jepta Sitohang, Davit Marihot Silaban, Rizky Bagus Oka, dan Fikry Raihan Ramadhana.
Zainal Arifin mengatakan, kondisi antrean yang di beberapa tempat sampai berjam-jam sangat meresahkan masyarakat. ‘’Substansi kita memanggil Pertamina karena ada peristiwa kelangkaan BBM mulai tanggal 18 April lalu. Hampir semua SPBU antreannya cukup panjang, bahkan sampai berjam-jam,’’ kata Zainal.
Usai rapat, Zainal mengungkapkan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan antrean panjang di SPBU. Salah satunya adalah isu kenaikan harga BBM yang beredar di masyarakat sehingga memicu panic buying. Selain itu, terjadi juga peralihan penggunaan BBM dari pertamax turbo ke pertalite yang menyebabkan konsumsi pertalite meningkat drastis.
‘’Ada perpindahan penggunaan BBM dari masyarakat yang sebelumnya memakai pertamax turbo beralih ke pertalite. Itu yang membuat antrean pertalite menjadi panjang,’’ sebut Zainal.
Tidak hanya itu, politisi Gerindra ini menyebutkan, faktor libur panjang juga jadi menyebabkan konsumsi BBM meningkat karena banyak masyarakat dari daerah lain masuk ke Pekanbaru. ‘’Memang ada kekurangan stok juga, ditambah saat itu libur sehingga banyak masyarakat dari luar daerah datang ke Pekanbaru dan konsumsi BBM meningkat,’’ jelasnya.
Atas beberapa hal yang terungkap dalam rapat ini, Komisi II DPRD Pekanbaru meminta Pertamina melakukan evaluasi dan menyiapkan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. ‘’Kami meminta Pertamina mengaji kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan menyiapkan solusi. Tadi (kemarin, red) mereka menyampaikan ada penambahan kuota sekitar 20 persen per hari,’’ kata Zainal.
Terkait permintaan Komisi II, Sales Branch Manager Pertamina Sales Area Riau Hary Prasetyo berjanji pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM di Riau, khususnya Pekanbaru. ‘’Ada beberapa poin, salah satunya peningkatan kekuatan distribusi yang nanti akan kami evaluasi supaya pendistribusian BBM di Pekanbaru dan Riau bisa berjalan lancar,’’ ujar Hary.
Pertamina, kata Harry, akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah terkait pengajuan tambahan kuota BBM. ‘’Untuk kuota, tentu kami perlu bantuan pemerintah daerah karena yang berwenang mengusulkan kuota BBM adalah pemerintah daerah,’’ tambahnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




