Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JCH Manasik Armuzna dan Matangkan Skema Murur

DJ
Jemaah calon haji Riau usai menjalani serangkaian ibadah di Makkah, Ahad (17/5/2026). (MARRIO KIZAS)
Jemaah calon haji Riau usai menjalani serangkaian ibadah di Makkah, Ahad (17/5/2026). (MARRIO KIZAS)

Advertisement

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji pada 8-13 Zulhijah, jemaah calon haji (JCH) Kloter BTH 9 mengikuti kegiatan bimbingan manasik Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Kegiatan pemantapan ini dilangsungkan di Hotel 201 Talal Al Ghadir.

Manasik ini bertujuan agar jemaah siap secara fisik dan batin menghadapi fase paling krusial dalam ibadah haji. Kegiatan diselenggarakan secara siner­gis oleh seluruh jajaran petugas haji kloter, yang terdiri dari Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, Tim Kesehatan (Dokter dan Perawat), serta Tenaga Haji Daerah (TKHD). 

Kehadiran formasi lengkap petugas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, baik dari sisi syariat ibadah maupun mitigasi kesehatan. Petugas Haji Pembimbing Ibadah H Suryandi Temala Bonar Lc MA memaparkan, secara rinci skema pergerakan jemaah selama di Armuzna.

Advertisement

Alur pergerakan tersebut meliputi perjalanan dari hotel menuju Arafah, dilanjutkan ke Mina, prosesi lontar jamarat, tahalul awal, mabit, hingga kembali ke hotel dan pelaksanaan tawaf ifadah. “Saat mengenakan pakaian ihram untuk Armuzna, jemaah diimbau hanya membawa tas khusus Armuzna,’’ ujarnya.

‘’Terkait jam keberangkatan dan skema pastinya, kita saat ini masih menunggu instruksi resmi dari pihak syarikah dan daker. Instruksi tersebut nantinya akan diteruskan ke ketua kloter dan didistribusikan kepada para ketua rombongan,” tambahnya.

Di Padang Arafah nanti, prosesi ibadah akan diisi dengan penyampaian khutbah wukuf terlebih dahulu, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Zuhur dan Asar secara jamak qasar, sesuai dengan pendapat mayoritas  ulama.

Advertisement

Pada malam hari setelah wukuf, jemaah akan didorong dari Arafah menuju Muzdalifah menggunakan bus. Tahun ini, jemaah akan difokuskan pada skema murur, yakni melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus.

“Bagi jemaah lansia, risiko tinggi, penyandang disabilitas, serta para pendampingnya diperbolehkan untuk tidak mabit di Muzdalifah. Ini adalah bentuk rukhsah (keringanan) dalam agama yang bersandar pada pendapat sahabat Ibnu Abbas,” tegas pria lulusan universitas di Suriah ini.

Kloter BTH 3 Mulai Terima Gelang 

Sementara itu, kondisi jemaah haji asal Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 3 secara umum dalam keadaan sehat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Meski begitu, sejumlah jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan akibat cuaca panas ekstrem di Makkah.

Advertisement
Editor : Arif Oktafian
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Mar’ati binti H Kasmuri Usman, JCH Riau asal Bengkalis Wafat di Makkah, Sempat Minta Bagikan Warisan hingga Kenduri setelah Pulang Haji

Mar’ati binti H Kasmuri Usman, JCH Riau asal Bengkalis Wafat di Makkah, Sempat Minta Bagikan Warisan hingga Kenduri setelah Pulang Haji

JCH Riau asal Bengkalis wafat di Makkah usai sempat pesan warisan dan kenduri sebelum berangkat haji.

JCH Meranti Tetap Khusyuk Beribadah di Tengah Suhu Ekstrem Makkah

JCH Meranti Tetap Khusyuk Beribadah di Tengah Suhu Ekstrem Makkah

Seluruh JCH Kabupaten Kepulauan Meranti kini tengah berada di Makkah. Di tengah cuaca ekstrem mereka tetap khusyuk beribadah 

JCH Riau Latihan Pra-Armuzna, Gelang Mulai Didistribusikan

JCH Riau Latihan Pra-Armuzna, Gelang Mulai Didistribusikan

JCH Riau mulai latihan pra-Armuzna dan pembagian gelang identitas untuk persiapan puncak ibadah haji di Makkah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer