Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemko Pekanbaru Perkuat Pengendalian HIV

J
Wawako Pekanbaru, Markarius Anwar. (DOK RIAUPOS.CO)
Wawako Pekanbaru, Markarius Anwar. (DOK RIAUPOS.CO)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO )- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat upaya pengendalian HIV/AIDS melalui peningkatan layanan pemeriksaan, pengobatan, serta pendampingan bagi orang dengan HIV (ODHIV). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran virus sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penderita, mengingat hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan infeksi HIV.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan penanganan HIV saat ini difokuskan pada pengendalian jumlah virus di dalam tubuh melalui terapi antiretroviral (ARV). Selain itu, pasien juga mendapatkan pengobatan sesuai gejala yang dialami serta pendampingan secara berkelanjutan.

Advertisement

"Jika obat dikonsumsi secara teratur, jumlah virus dapat ditekan sehingga risiko penularan kepada orang lain menjadi jauh lebih rendah," kata Markarius, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, berbagai keluhan yang dialami penderita, seperti demam, sakit kepala, maupun gangguan kesehatan lainnya, dapat ditangani sesuai gejala. Namun, keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi ARV setiap hari.

Advertisement

Markarius mengimbau masyarakat yang merasa memiliki risiko tertular atau mencurigai dirinya terpapar HIV agar tidak ragu melakukan pemeriksaan di puskesmas. Pemerintah telah menyiapkan tenaga kesehatan yang memberikan layanan pemeriksaan, pengobatan, hingga pendampingan secara berkesinambungan.

Selain memastikan pasien memperoleh terapi, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan agar penderita tetap disiplin menjalani pengobatan. Menurutnya, kepatuhan terhadap terapi merupakan kunci utama untuk mengendalikan perkembangan virus dan menjaga kondisi kesehatan pasien.

"Selain penanganan medis, penderita HIV juga memerlukan pengobatan untuk mengatasi gejala yang dirasakan agar kualitas hidup mereka tetap terjaga. Di sisi lain, kami juga berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas setiap penderita HIV," ujarnya.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap identitas pasien menjadi bagian penting dalam penanganan HIV/AIDS. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya stigma dan diskriminasi yang masih kerap dialami oleh penderita di tengah masyarakat.

Markarius mencontohkan, masih terdapat kasus penderita HIV yang kehilangan pekerjaan setelah status kesehatannya diketahui. Kondisi itu tidak hanya berdampak pada kehidupan ekonomi, tetapi juga menimbulkan tekanan psikologis yang berat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau Hadir di SDN 57 Pekanbaru

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau Hadir di SDN 57 Pekanbaru

TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru.

BRK Syariah Perkuat Budaya Menabung Pelajar Lewat Kejar Award 2026 dan Buka 300 Rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru

BRK Syariah Perkuat Budaya Menabung Pelajar Lewat Kejar Award 2026 dan Buka 300 Rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru

BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya literasi dan budaya menabung

Respons TRC 112 Pekanbaru Dioptimalkan, Damkar Ditarget Tiba di Lokasi Kurang dari 7 Menit

Respons TRC 112 Pekanbaru Dioptimalkan, Damkar Ditarget Tiba di Lokasi Kurang dari 7 Menit

Nomor telepon darurat pekanbaru 112, Respons TRC 112 Pekanbaru Dioptimalkan, Damkar Ditarget Tiba di Lokasi Kurang dari 7 Menit,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer