Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akses Jalan ke SMAN 17 Memprihatinkan

JT
TERGENANG: Pengendara sepeda motor kesulitan saat melintas di Jalan Fajar Raya, Kecamatan Payung Sekaki yang tergenang, Selasa (21/7/2026). Jalan ini merupakan akses satu-satunya menuju ke SMAN 17 Pekanbaru dan masih berupa jalan tanah. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
TERGENANG: Pengendara sepeda motor kesulitan saat melintas di Jalan Fajar Raya, Kecamatan Payung Sekaki yang tergenang, Selasa (21/7/2026). Jalan ini merupakan akses satu-satunya menuju ke SMAN 17 Pekanbaru dan masih berupa jalan tanah. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru masih menyisakan persoalan bagi masyarakat. Khususnya bagi warga, guru, dan siswa yang melintas di jalan akses menuju SMA Negeri 17 Pekanbaru, Jalan Fajar Raya atau Jalan Pinang, Kecamatan Payung Sekaki. Kondisi jalan yang belum diaspal sebagian tergenang, sebagian becek dan licin karena hujan. Akibat­nya, aktivitas mengantar dan menjemput siswa di sekolah tersebut menjadi lebih sulit.

Dari pantauan Riau Pos lokasi, Selasa (21/7) terlihat kondisi jalan masih tanah dan juga batu. Di sisi-sisi jalan ada drainase. Namun karena meru­pakan kawasan yang masih belum ada banyak bangunan, lokasi tersebut tergenang oleh derasnya air yang berasal dari aliran parit kecil yang berada di kawasan jalan yang tergenang air. 

Ketinggian air genangan tidak terlalu tinggi sekitar 15 sampai 25 cm. Namun yang jadi kendala adalah jalanan yang cukup licin sehingga membuat banyak masyarakat yang ingin mengantarkan anaknya ke sekolah harus ekstra hati-hati karena ruas jalan tersebut bergelombang dan licin.

Seorang warga sekitar, Herma mengatakan, kondisi jalan tersebut sudah menjadi persoa­lan sejak sekolah yang berada di Jalan Fajar Raya, Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki itu dibangun sekitar dua tahun lalu.

”Kalau hujan seperti ini, jalannya becek dan licin. Kasihan anak-anak yang lewat. Tadi ada anak-anak yang hampir jatuh, jadi kami berhenti dulu menunggu mereka lewat,” ujar Herma.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup menyulitkan para orang tua yang setiap hari mengantar maupun menjemput anak sekolah. Terlebih, jalan tersebut menjadi akses utama bagi siswa menuju sekolah.

”Apalagi kalau mengantar anak. Rasanya kasihan melihat mereka harus melewati jalan yang licin seperti ini. Setiap hujan kondisinya memang seperti ini,” katanya.

Herma berharap pemerintah terkait dapat segera melakukan perbaikan terhadap akses jalan menuju sekolah tersebut. Menurutnya, fasilitas pendidikan semestinya didukung dengan akses jalan yang layak agar tidak menyulitkan siswa dan masyarakat. ”Maunya pemerintah cepat diperbaiki. Sekolah kan untuk anak-anak. Kalau musim hujan begini, kasihan mereka. Tolonglah segera diperbaiki karena ini fasilitas umum, akses menuju sekolah,” harap­nya.

Ia menyebut, sejauh ini jalan tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan berarti sejak pertama kali dibangun. Kondisi itu semakin terasa ketika hujan turun karena permukaan jalan menjadi basah, becek, dan licin.

”Jalan ini sejak sekolah baru dibuat memang sudah seperti ini. Sekolahnya kalau tidak salah sudah sekitar dua tahun. Belum pernah diperbaiki (jalannya, red),” tuturnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Keluhan Warga Direspons, Pemko Pekanbaru Segera Tinjau Jalan Pinang Menuju SMA 17

Keluhan Warga Direspons, Pemko Pekanbaru Segera Tinjau Jalan Pinang Menuju SMA 17

Jalan Pinang yang menjadi akses menuju SMA Negeri 17 Pekanbaru hingga kini belum pernah tersentuh pengaspalan maupun pengecoran beton

Buka Seperti Biasa, Laksamana Muda Klaim Tak Melanggar Hukum dan Norma

Buka Seperti Biasa, Laksamana Muda Klaim Tak Melanggar Hukum dan Norma

Laksamana Muda Caffe and Live Space Pekanbaru tetap beroperasi seperti biasa. Manajemen membantah memfasilitasi pesta LGBT

Bertambah 87, Total Dapur SPPG di Riau saat Ini Sebanyak 683 Unit

Bertambah 87, Total Dapur SPPG di Riau saat Ini Sebanyak 683 Unit

Total dapur SPPG di Provinsi Riau saat ini ada sebanyak 683 unit. Baru-baru ini ada penambahan 87 SPPG. Terbaru di Kecamatan Payung Sekaki

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer