Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Penularan TB di Lapas, 500 Napi Jalani Skrining 

H
Penulis: Hendrawan Kariman❯
SKRINING: Napi Lapas Kelas IIA Pekanbaru menjalani skrining kesehatan, Rabu (28/8/2026). (Humas Lapas Pekanbaru untuk riau pos)
SKRINING: Napi Lapas Kelas IIA Pekanbaru menjalani skrining kesehatan, Rabu (28/8/2026). (Humas Lapas Pekanbaru untuk riau pos)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tidak kurang dari 500 narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menjalani skrining kesehatan mulai Rabu (28/8). Kegiatan pemeriksaan kesehatan besar-besaran ini dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Pada pelaksanaan hari pertama kemarin, sebanyak 100 napi lansung menjalani skrining. 

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Eko Ari Wibowo mengatakan, pihaknya skrining yang dilakukan adalah skrining Tuberkulosis (TB). ”Kesehatan Warga Binaan merupakan salah satu perhatian utama kami. Melalui kegiatan skrining TB ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan dapat diketahui sedini mungkin,” ujar Eko.

Advertisement

Eko menyebutkan, program skrining TB dan pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan langkah nyata dalam melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan Warga Binaan. Menurutnya, pengendalian penyakit menular amat penting dalam mengelola lapas yang dihuni oleh lebih dari 1.000 orang.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan secara berkala menurut Eko menjadi semakin penting mengingat kondisi hunian Lapas Pekanbaru yang saat ini mengalami overkapasitas. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah preventif dan pemetaan kesehatan yang terukur untuk menjaga lingkungan Lapas tetap sehat dan meminimalisir risiko penyebaran penyakit menular.

Advertisement

”Kami sangat mengapresiasi dukungan dan sinergi dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru serta Puskesmas Sapta Taruna. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya kami memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh warga binaan, khususnya dalam melakukan pencegahan dan penanganan penyakit menular,” tambahnya.

Melalui hasil skrining dan pemeriksaan kesehatan tersebut, Eko dan jajarannya akan melakukan pendataan serta pemetaan terhadap kondisi kesehatan para napi. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah tindak lanjut, terutama bagi warga binaan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan maupun penanganan medis.

”Lewat skrining ini kami berharap kondisi kesehatan warga binaan dapat terus terpantau, potensi penyakit menular dapat dideteksi lebih awal, serta langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Itu komitmen kami,” tutup Eko.(end)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Pengawal Tahanan Lapas Kelas II A Pekanbaru yang Kabur Terancam PTDH

Tiga Pengawal Tahanan Lapas Kelas II A Pekanbaru yang Kabur Terancam PTDH

Tiga petugas Lapas Pekanbaru terancam PTDH usai narapidana Ibnu Satya kabur saat pengawalan di luar lapas.

Sebelum Kabur, Napi Lapas Pekanbaru Diduga Kendalikan Peredaran Sabu hingga Bandara SSK II

Sebelum Kabur, Napi Lapas Pekanbaru Diduga Kendalikan Peredaran Sabu hingga Bandara SSK II

Fakta baru terungkap dalam kasus kaburnya seorang narapidana dari Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang berinisial ISD (Ibnu Satya)

Tahanan Narkoba Lapas Pekanbaru Kabur, Diduga Akibat Petugas Lalai

Tahanan Narkoba Lapas Pekanbaru Kabur, Diduga Akibat Petugas Lalai

Tahanan narkoba Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru Ibnu Satya Dharma kabur dari kawalan petugas yang lalai dalam mengawalnya .

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer