Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Permintaan Tinggi, Harga Masker Meroket 

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
Jual Masker : Pedagang menjual masker kepada warga di pinggir Jalan Soebrantas Panam Pekanbaru, Kamis (27/8/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS
Jual Masker : Pedagang menjual masker kepada warga di pinggir Jalan Soebrantas Panam Pekanbaru, Kamis (27/8/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru yang terus mengalami penurunan sejak beberapa hari terakhir membuat masyarakat Kota Pekanbaru mulai berburu masker di sejumlah toko dan warung. Akibat banyaknya permintaan ini, harga masker pun menga­lami kenaikan.

Pantauan Riau Pos, Kamis (27/8), harga mas­ker berisi 50 pcs naik sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kotaknya. Tergantung merek dan ukuran.

Untuk masker duckbill isi 50 pcs biasanya dibanderol seharga Rp12.000 – Rp18.000 per kotak. Namun disebagian toko atau toserba kini harganya naik jadi Rp28.000-Rp33.000 per kotak.

Advertisement

Baca Juga: Kajati Riau Lantik Lima Kajari

Masker medis 3 Ply merk OneMed isi 50 pcs juga turut mengalami kenaikan menjadi Rp36.000/kotaknya sebelumnya hanya Rp30.000. Sedangkan untuk masker jenis scuba juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp5.000 per 3 pcs kini menjadi Rp5.000 per 2 pcs.

Seorang pedagang mas-ker yang membuka lapak dagangannya di pinggir Jalan HR Soebrantas, Edo mengatakan, tingginya minat pembeli diakui berbanding lurus dengan kenaikan harga dari tingkat distributor. 

Advertisement

Edo terpaksa menyesuaikan harga jual ecerannya kepada konsumen karena modal yang dikeluarkan juga sudah jauh lebih tinggi dari biasanya. ”Baru hari ini saya jualan masker di sini. Harganya masker naik, jadi jual pun naik. Ini sekarang masker dua biji Rp5.000 saya jual. Biasanya 3 biji dapatlah Rp5.000,” ujarnya.

Hal senada juga terjadi di salah satu toserba di Jalan Tengku Bey Kecamatan Bukit Raya. Salah seorang pegawai toko Sinta mengaku kenaikan harga masker sudah terjadi saat kota Pekanbaru dan sejumlah wilayah Riau mengalami kabut asap tipis selama beberapa hari dan puncaknya masyarakat mulai berbondong-bondong mencari masker di saat kabut pekat terjadi di Kota Pekanbaru awal pekan ini. 

Melihat tingginya keperluan masyarakat dan stok masker yang terbatas harga pun disesuaikan dengan harga model yang juga sudah naik sebelumnya. ”Memang naik. Pekan lalu sudah naiknya. Dulu kami jual masker duckbill isi 50 pcs Rp18.000, tapi karena stok terbatas dan banyak yang mencari, kami juga menyesuaikan modal jadi Rp28.000 per kotaknya. Karena memang mereka ini yang banyak dicari masyarakat khususnya pengendara motor,” katanya. 

Meksipun harga masker di Pekanbaru mengalami kenaikan harga, namun masyarakat tetap membeli masker tersebut untuk mengantisipasi kondisi kesehatan disaat kualitas udara Pekanbaru yang masih diselimuti kabut asap tipis.

Seorang warga Susanto (38) mengaku tetap membeli masker tersebut meskipun harganya mengalami kenaikan, namun saat ini di­rinya memang membutuhkan masker agar bisa beraktivitas di luar ruangan. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kualitas Udara Berangsur Normal, Kuansing Segera Masuki Musim Hujan

Kualitas Udara Berangsur Normal, Kuansing Segera Masuki Musim Hujan

Dalam dua hari belakangan, wilayah Kabuaten Kuansing terus diguyur hujan. Kabar baiknya, kualitas udara berangsur normal

Hujan Turun, Kualitas Udara Kampar Terpantau Sedang, BPBD Minta Warga Waspada

Hujan Turun, Kualitas Udara Kampar Terpantau Sedang, BPBD Minta Warga Waspada

BPBD Kampar meminta warga tetap waspada. Pasalnya, prakiraan cuaca di wilayah Kabupaten Kampar berpotensi turun hujan dan angin kencang

Kuansing Diguyur Hujan Lagi, Kualitas Udara Semakin Membaik

Kuansing Diguyur Hujan Lagi, Kualitas Udara Semakin Membaik

Plt Kadis Lingkungan Hidup Kuansing, Dody Fitrawan mengataka kondisi kualitas udara Kuansing semakin membaik dan sudah di level sedang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer