Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemko Kembali Gelar Salat Istiska

J
Penulis: Joko Susilo❯
SALAT: Pemko Pekanbaru melaksanakan Salat Istiska di Masjid Agung Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Selasa (8/9/2026).(pemko pekanbaru untuk riau pos)
SALAT: Pemko Pekanbaru melaksanakan Salat Istiska di Masjid Agung Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Selasa (8/9/2026).(pemko pekanbaru untuk riau pos)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menempuh ikhtiar menghadapi kabut asap dengan menggelar Salat Istiska, Selasa (8/9). Salat me­minta hujan ini digelar di Masjid Agung Al Firdaus, Kompleks Perkantoran Tenayan Raya di tengah kondisi udara Pekanbaru yang masih terdampak asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, pelaksanaan Salat Istiska tersebut merupakan pe­rintah dan arahan dari Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho. Wako sendiri tengah menjalankan tugas dinas di Jakarta. Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar juga sedang menjalankan tugas dinas di Medan.

”Ini perintah dan arahan Pak Wali Kota. Beliau sedang tugas dinas ke Jakarta, dan Pak Wakil Wali Kota juga sedang tugas dinas antarkota,” ujar Sekko. 

Menurut Sekko, Salat Istiska merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun. Hujan diharapkan dapat membantu membersihkan udara sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat.

Ia menjelaskan, kondisi kebakaran lahan di Kota Pekanbaru saat ini relatif terkendali. 

Advertisement

Berdasarkan pemantauan, tidak ditemukan titik api di wilayah Kota Pekanbaru.

Namun, kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat disebut berasal dari wilayah lain di Sumatra. Asap tersebut kemudian terbawa angin hingga masuk ke wilayah Pekanbaru. 

”Api di Pekanbaru tidak ada, asap juga tidak ada. Tapi asap yang datang dari arah selatan Sumatra mengarah ke utara karena angin, sehingga sampai ke Pekanbaru,” katanya.

Zulhelmi menyebut, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masih terdapat sejumlah titik api di Provinsi Riau. Keberadaan titik api tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara di Pekanbaru apabila asap terbawa arah angin menuju kota. 

”Informasi BMKG ada 156 titik api di Riau, tetapi tidak ada di Pekanbaru. Namun arah anginnya mengarah ke Pekanbaru,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Minta Hujan Turun, Pemko Pekanbaru Kembali Gelar Salat Istisqa

Minta Hujan Turun, Pemko Pekanbaru Kembali Gelar Salat Istisqa

Pemko Pekanbaru kembali menggeelar Salat Istisqa umtuk meminta kepa Allah SWT agar hujan diturunkan untuk menghapus kabut asap.

Pekanbaru Salat Istiska, Hujan Sempat Turun

Pekanbaru Salat Istiska, Hujan Sempat Turun

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska serentak di 15 kecamatan untuk memohon hujan di tengah kemarau dan kabut asap karhutla.

Wako Agung Bersama Masyarakat Salat Istisqa Serentak, Mohon Hujan dan Keselamatan Petugas Karhutla

Wako Agung Bersama Masyarakat Salat Istisqa Serentak, Mohon Hujan dan Keselamatan Petugas Karhutla

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama masyarakat Salat Istisqa serentak dan mohon hujan dan keselamatan petugas karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer