Cabuli Bocah di Kebun Sawit Pelaku Pura-Pura Tanya Alamat

Pekanbaru | Jumat, 28 Februari 2020 - 09:13 WIB

Cabuli Bocah di Kebun Sawit Pelaku Pura-Pura Tanya Alamat
ekspose: Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Ardinal Efendi didampingi dan Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Budhia Dianda (kiri), Kanit Reskrim Ipda Febry Hermawan menggelar ekspose tersangka pencabulan AP alias Apri, Kamis (27/2/2020). (Sofiah/riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Ap alias Apri (38) diciduk polisi karena tersangkut perbuatan cabul terhadap anak usia enam tahun. Aksi bejatnya terhadap bocah perempuan itu dilakukan di kebun sawit di jalan lingkar Danau Buatan, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir. Kejadian itu dilakukannnya pada 1 Januari siang dan berhasil diringkus Polsek Rumbai Pesisir pada 10 Februari lalu.

"Saya bertanya di mana lokasi Danau Buatan. Lalu saya mengaku sebagai teman bapaknya, sehingga diantar oleh korban. Di pertengahan jalan saya melakukan itu," sebut Ap kepada media saat ekspose di halaman Pos Lantas Polsek Rumbai Pesisir, Kamis (27/2).

Tindakan pencabulan yang ia lakukan tidak rencanakan sebelumnya, hanya saja tiba-tiba muncul niat jahat ketika melihat korban yang sedang berjalan sendirian.

"Usai melakukan, saya tinggal dia. Sebelumnya sudah saya ancam untuk tidak bilang ke orangtuanya. Dan kalau dia teriak, saya tikam pakai pisau. Saya masukkan dua kali dan yang satu kalinya dengan dua jari. Jadi totalnya tiga kali," jelasnya.

Ap sendiri merupakan mantan narapidana yang keluar pada Mei 2019 lalu. Saat itu ia diamankan Unit Reskrim Polsek Senapelan dengan kasus curat bobol rumah.

Hal itu pun dipertegas Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Ardinal Efendi yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Febry Hermawan dan Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Budhia Dianda. Kejadian bermula ketika korban berjalan sendirian menuju warung dekat rumahnya. Lalu tiba-tiba datang pelaku mengendarai sepeda motor berpura-pura menanyakan alamat kepada korban.

"Pelaku bertemu korban dan pura-pura bertanya lokasi Danau Buatan. Pelaku meminta korban menunjukkan lokasi tersebut. Kemudian membawa korban ke kebun sawit. Di sanalah pelaku memperkosa si anak," jelas Ardinal.

Lebih jauh, Ardinal pun membenarkan selain memperkosa korban, pelaku juga mengancam korban akan menusuk dengan pisau. "Korban sempat berteriak namun pelaku mengancam korban dengan pisau. Setelah korban diam lalu pelaku memperkosa korban tersebut," terangnya.

Usia melepaskan nafsu birahinya, tersangka meninggalkan korban di lokasi kejadian. Korban pun akhirnya melaporkan kejadian ke orang tuanya.

"Orang tua korban melaporkan ke Polsek. Kita lakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap tersangka. Saat itu diamankan di rumah temannya di Jalan Kampung Tarandam, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir. Dari penangkapan polisi menyita satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya," ungkapnya.

Pelaku yang sudah ditahan itu disangkakan UU RI Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ternyata, motor yang digunakan itu motor curian. Setelah didalami LP sepeda motor di wilayah hukum Payung Sekaki. Selain itu pelaku pun terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Ipda Febry Hermawan mengungkapkan perkara sudah tahap 1.

Sedangkan untuk kondisi korban dikatakan Febry, dalam proses pemulihan trauma dari kejadian yang dialaminya.(ade)


Laporan: Sofiah




youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-07-10.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com