Bencana Karhutla Urusan Bersama

Pekanbaru | Jumat, 31 Januari 2020 - 09:32 WIB

Bencana Karhutla Urusan Bersama
SIMULASI: Gubernur Riau H Syamsuar melakukan simulasi pemadaman karhutla saat launching Posko Relawan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan Riau di Anjungan Sri Gemilang Kabupaten Inhil Purna MTQ, Pekanbaru, Kamis (30/1/2020). (HUMAS PEMPROV FOR RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Riau di bulan Januari. Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar menyebut secara langsung, bahwa bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan terjadinya kabut asap adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya tanggung jawab pemerintah bersama instansi terkait saja, namun juga seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa.

"Urusan bencana karhutla yang terjadi di Riau selama ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah saja, karena kalau semua bergerak mencegah dan mengatasi karhutla, maka bencana ini akan sulit terjadi di Riau," kata Syamsuar di sela-sela kegiatan peresmian Posko Relawan Karhutla Riau di Kompleks Purna MTQ Pekan­baru, Kamis (30/1).

Dalam kesempatan itu, Syamsuar juga menyampaikan, Riau selalu menjadi perhatian khusus pemerintah pusat untuk kasus karhutla. Karena setiap tahunnya selalu terjadi karhutla, yang menyebabkan kerugian. Tidak hanya kerugian materi, juga berdampak terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat.

"Karena Riau berada berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga berdampak ke sana. Terjadinya karhutla ini mengganggu kesehatan, pendidikan, dan yang paling terganggu ekonomi masyarakat," ujarnya.

Dengan adanya relawan karhutla ini, dia berharap bisa mengurangi karhutla di seluruh wilayah Riau. Relawan karhutla yang diisi oleh berbagai organisasi masyarakat, dan mahasiswa ini, akan menjadi pemberdaya masyarakat mengatasi karhutla.

"Saya siap tidur di lapangan mengatasi karhutla ini. Pak Kapolda, Pak Wagub,  serta dan adek-adek mahasiswa sama-sama kita tidur di lapangan untuk mengatasi karhutla, agar Riau berubah," ajaknya.

Usai meresmikan Posko Relawan Karhutla, Gubri bersama Kapolda, dan rombongan melihat langsung kondisi posko. Di dalam posko ini juga terdapat alat-alat pemantau Karhutla. Sehingga jika terjadi Karhutla di wilayah Riau langsung terpantau dan segera bisa dilakukan penanganan.

Posko Relawan

Berbagai upaya telah dilakukan Polda Riau untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla di Bumi Lancang Kuning. Salah satunya, mendirikan Posko Relawan Pemadaman Karhutla. Posko ini dijadikan sebagai pusat penanganan karhutla secara terpadu.

Posko Relawan Karhutla berlokasi di Anjungan Sri Gemilang, Kabupaten Inhil dalam Purna MTQ Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru. Posko ini diresmikan dengan ditandai penekanan tombol sirene oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi bersama Gubernur Riau, Syamsuar, Wakil Gubernur, Edi Natar Nasution, Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan.

Pada kesempatan itu, kegitan ini turut dihadiri Kepala DHLK Riau, Ervin Rizaldy, Kabid Humas Polda Riau, Kombel Pol Sunarto, Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Andi Sudarmadi, Dirresnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Suhirman, para pejabat utama (PJU) di lingkungan Polda Riau, para rektor dari berbagai universitas, mahasiswa/i, organisasi masyarakat (ormas) dan lainnya.

Kapolda Agung Setya Imam Effendi mengatakan, pendirian posko ini diinisiasikan masyarakat Riau serta sinegitas antara instansi terkait dalam penanganan karhutla. Karena menurut dia, seluruh lapisan pihak harus mempersiapkan diri dalam menghadapi karhuta, mengingat pada tahun ini diperkirakan Riau bakal menghadapi musim kemarau panjang.  “Untuk mengakomodir semua sinergitas seluruh pihak, maka perlu sebuah wadah yang tepat agar penanganan karhutla di Riau berjalan dengan baik. Sehingga kita mendirikan Posko Relawan Pemadaman karhutla. Dengan maksud sebagai pusat penanganan karhutla terpadu di wilayah Riau,” ungkap Agung, Kamis (30/1).

Ditambahkan Agung, posko ini juga menyediakan  sistem monitoring terhadap hotspot dan firespot yang diakses melakui aplikasi Dashboard Lancang Kuning. Di posko ini dilakukan pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang memenuhi unsur well trained and skilled dalam pemadam bencana karhutla, meningkatan sinergitas dan mempermudah koordinasi dengan para pemangku kepentingan dalam menanggulangi karhutla serta meningkatkan kecepatan respons terhadap munculnya titik api. "Kami juga akan melatih relawan baru dalam memadamkan kebakaran lahan, sehingga ketika diterjunkan kelapangan mereka sudah bisa memadamkan api," terangnya.

Untuk merekrut relawan pemadaman karhulta, sambung mantan Dirtipdeksus Bareskrim Polri, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai pihak mulai dari universitas hingga ormas. Saat ini, kata dia, sudah ada 6.500 orang yang bergabung menjadi relawan dan diharapkan jumlah itu terus bertambah ke depannya.  

Sejauh ini disampaikan mantan Deputi Siber Badan Intelijen Negara (BIN), Polda Riau beserta jajaran telah melakukan upaya pencegahan, pemadam, lokalisir titik api serta penegakan hukum. Dalam upaya penegakan hukum, Polda Riau dan jajaran sambung dia, telah menangangi 16 laporan polisi (LP) kasus karhulta dengan menetapkan 21 tersangka atas lahan terbakar seluas 100 hektare lebih.   "Kami juga sudah melaksanakan langkah-langkah mitigasi secara terpadu dengan melibatkan Pemda, TNI, BPBD, Manggala Agni, MPA dan lainnya dalam menangani karhutla," pungkasnya.

Komit Cegah Karhutla

Seluruh unsur elemen di Pelalawan terus menggalakkan komitmen dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal ini dibuktikan dengan di-launching-nya posko relawan penanganan karhutla Kabupaten Pelalawan oleh Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIk MSi, Kamis (30/1) siang di Mako Polres Pelalawan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pelalawan HM Harris diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi, Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan Drs Abu Bakar MAp, para pengurus GP Ansor, Orari, RAPI serta ratusan relawan Pelalawan.

"Ya, pencegahan dan penanganan karhutla di Pelalawan ini merupakan tanggung jawab seluruh unsur elemen masyarakat di Negeri Seiya Sekata ini. Untuk itu, dengan di-launching-nya posko relawan penanganan karhutla Pelalawan ini, maka kita berharap seluruh pihak baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan dan juga masyarakat Pelalawan khususnya para relawan, dapat ikut serta, berperan aktif dan bersinergi dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla di Pelalawan," terang Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIk MSi kepada Riau Pos usai me-launching posko relawan penaganan karhutla Pelalawan, Kamis (30/1) siang.  

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Drs Hadi Penandio MSi dan Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan Drs Abu Bakar MAp menambahkan, bahwa Pemkab Pelalawan sangat mendukung pembentukan posko relawan penanganan karhutla dan juga aplikasi Lancang Kuning. Dimana berdasarkan hasil Anev Mapping Karhutla Tahun 2019, terdapat 5 Kecamatan yang merupakan Daerah Rawan Karhutla seperti Langgam, Ukui, Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras dan Kerumutan. Dan sebagai upaya pencegahan, maka sleuruh personil dan juga peralatan yang ada telah disiagakan.

"Intinya, Pemkab Pelalawan sangat komit dalam melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Pelalawan bersama seluruh unsur elemen masyarakat." tutupnya.

Riau Nihil Hot Spot

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru hotspot tanggal 30 Januari 2020 update pukul, 16.00 Wib, Sumatra level confidence dibawah 50 persen ada empat hotspot yaitu diwilayah Jambi 1 hotspot, Sumatera Selatan 1 hotspot dan Bangka Belitung 2 hotspot. Untuk di Riau nihil.

Sementara untuk iklim di Riau saat ini, Kapala BMKG Stasiun Pekanbaru, Kisno menjelaskan saat ini iklim di Riau memasuki masa transisi musim atau pancaroba. Untuk itu, mengimbau agar masyarakat pada bulan Februari jangan melakukan hal-hal yang merugikan kita semua seperti melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Februari hingga pertengahan Maret terjadi kemarau pendek. Setelah pertengahan Maret hingga April memasuki musim hujan. Setelah itu memasuki masa transisi lagi hingga bulan Mei. Setelah itu, pada bulan Juni sampai September akan memasuki musim kemarau panjang," ujarnya kepada Riau Pos, Kamis (30/1).(sol/rir/amn/dof)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



EPAPER RIAU POS  2020-03-30.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com