PLN Sebut Layang-Layang Ganggu Distribusi Listrik

Pekanbaru | Minggu, 31 Mei 2020 - 10:00 WIB

PLN Sebut Layang-Layang Ganggu Distribusi Listrik
Layang-layang yang tersangkut di kabel di Pekanbaru menyebabkan terganggunya distribusi listrik. Foto belum lama ini.(PLN FOR RAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Permainan layang-layang ternyata bisa berdampak serius. Maraknya permainan layangan di Kota Pekanbaru, Riau dianggap mengganggu distribusi listrik PLN ke rumah warga. Di Kota Pekanbaru terdapat 114 lokasi yang kerap bermasalah akibat layang-layang.

"Terdapat 114 lokasi di Kota Pekanbaru yang sering padam listrik disebabkan oleh layang-layang," ujar Manajer Bagian Jaringan PLN UP3 Pekanbaru Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Said Murtazak.


Said mengatakan, untuk daerah yang berpotensi tersebar di beberapa kecamatan di antaranya berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Prumahan Sidomulyo, Jalan Raya Teratak Buluh, Jalan Lubuk Siam, Jalan Pangkalan Baru, Jalan Kubang Raya, Jalan Mustang Pasir Putih, Jalan Handayani, Jalan Al Fajri Pasir Putih, Jalan Pandau Jaya, Jalan Sepakat Pasir Putih, Jalan Selamat,  Jalan Hang Tuah, Jalan Tenayan, Jalan Parit Indah,  Jalan Pesantren, Jalan Sumber Sari, Jalan Budi Luhur, Jalan Pasar Tangor, Jalan Singgalang, Belakang Pasar Sail, Jalan Tanjung Datuk, Jalan Sumber Sari, Jalan AMD, Jalan Simpang BPG, Jalan Seroja, Jalan Sekuntum, Jalan Bukit Barisan,  Jalan Daru Daru, Jalan Lily, Jalan Pangeran Hidayat,  Jalan Garuda,  Jalan Meranti,  Jalan Pemudi,  Jalan Meranti Batu, Jalan Singkawang, Jalan  Merak, Jalan Cikditiro, Jalan Kulim.

Selain itu, Jalan Manggis, Jalan Sawo, Jalan Kassa, Jalan Cempaka, Jalan Selamat, Jalan Durian, Jalan Bundo Kandung, Jalan Kuau, Jalan M Yamin, Jalan Katio, Jalan Kesehatan, Jalan Wakaf, Jalan Kota Baru, Jalan Sidorukun, Jalan Taskurun, Jalan Saus, Jalan Rambai, Jalan Belimbing, JalanGaruda Tangkerang, Jalan Bandeng, Jalan Bahana, Jalan Neraca, Jalan Cendrawasih, Jalan Selamat, Jalan Hang Tuah, Jalan Tenayan, Jalan Parit Indah, Jalan Pesantren, Jalan Sumber Sari, Jalan Budi Luhur, Jalan Pasar Tangor, Jalan Singgalang, belakang Pasar Sail, Jalan Tanjung Datuk, Jalan Sumber Sari, Jalan AMD, Jalan Simpang BPG, Jalan Seroja, Jalan Sekuntum, Jalan Bukit Barisan, Jalan Daru daru, Jalan Taman Karya, Jalan Cipta Karya, Jalan Purwodadi, Jalan Marsan, Jalan Delima, Jalan Lobak, Jalan Budi Daya, Jalan Swakarya, Jalan Muhajirin, Jalan Karyawan, Jalan Sukakarya, Jalan H. Usman (Kebun Binatang), Jalan Garuda Kubang Raya, Jalan Rambah Raya, Jalan Datuk Tunggul, Jalan Eka Tunggal, Jalan Saiyo, Jalan Melati, Jalan Putri Tujuh, Jalan Graha Bangun Karya, Jalan Tuah Karya, Ds Limau manis, Ds Naumbai, Pasar Usang (Seputaran Masjid Jamik), Perum. Yuzura Rimbo panjang, Jalan BPD Rimbo panjang, Jalan Uka Garuda sakti, Perumahan mahkota kubang, Jalan Putaran karya indah, Perum griya setia bangsa, Jalan Kijang putih, Jalan Poros Desa Pancuran Gading, Jalan Melur Raya dan Jalan Kubangraya, dan Jalan Limbungan Rumbai Pesisir.

Said menjelaskan, bahwa untuk menekan angka gangguan listrik akibat layangan, PLN telah berkoordinasi dengan aparat terkait. PLN juga melakukan sosialisasi di beberapa lokasi kantor lurah dan pemukiman warga yang banyak pemain layang-layang.

"Khusus untuk patroli layang-layang kami lakukan rutin setiap sore hari, menyasar titik-titik lokasi para pemain layangan, hingga malam hari juga masih kami dapati masyarakat yang bermain layang-layang yang mana layang-layang yang ditemui menggunakan lampu dari baterai. Perlu dukungan dan kerja sama aparat serta tokoh masyarakat untuk peduli dan ambil bagian dalam menertibkan pemain layang-layang agar keberadaannya tidak mengganggu kepada kita semua khususnya jaringan listrik PLN," paparnya.

Namun, menurut Said yang terpenting adalah kepedulian masyarakat khususnya penggemar layang-layang untuk tidak bermain dekat jaringan PLN apalagi sampai menyentuh jaringan Listrik karena hal ini juga membahayakan jiwa mereka yang bermain bisa saja terkena aliran listrik melalui benang layang-layang yang dimainkam ketegasan instansi dan aparat terkait dalam menerapkan larangan bermain layangan di lokasi berbahaya sangat diperlukan. Ia menjelaskan upaya pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik kerap dilakukan secara berkala untuk memastikan pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan aman.

"Mulai dari pemangkasan pohon milik warga, perbaikan konstruksi jaringan listrik, hingga upaya perbaikan dan pemeliharaan instalasi jaringan listrik seperti trafo dan gardu distribusi. Sebelum melakukan pemangkasan, kami akan melakukan pendekatan kepada warga minimal 1 minggu sebelumnya," tuturnya.

Pemeliharaan jaringan tidak hanya dilakukan pada hari kerja saja, namun juga pada hari-hari libur. Ini terutama jika terjadi gangguan seperti pohon tumbang yang menimpa jaringan, kabel yang putus, dan lain-lain yang mengakibatkan terputusnya aliran listrik ke rumah pelanggan.

"Untuk pelayanan terbaik, kami siap melayani 24 jam dan pelanggan bisa menghubungi contact center PLN 123 untuk melaporkan gangguan dan menginformasikan hal-hal yang membahayakan masyarakat dan jaringan listrik PLN. Jika terjadi gangguan temporer tetap kami lakukan inspeksi untuk mengetahui penyebab gangguan," ungkapnya.

Dalam mendistribusikan aliran listrik Kota Pekanbaru, PLN memiliki panjang jaringan tegangan menengah (JTM) 1.885 km, jaringan tegangan rendah (JTR) 8.924 km dan gardu distribusi sebanyak 3.244 unit dengan total kapasitas 554.650 kVA. Hal ini diperuntukkan untuk melayani 458.997 pelanggan di Kota Pekanbaru. PLN mengimbau serta mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga aset yang tersebar ini agar masyarakat, khususnya pelanggan PLN dapat menikmati listrik dengan nyaman dan andal.(a)   




youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU



Sharp Pekanbaru PSBB

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  rp-2020-07-16.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com