Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sekko Pekanbaru Sebut Kenaikan Harga Bahan Pokok Bisa Berpengaruh Inflasi

Joko Susilo • Kamis, 28 Maret 2024 | 12:40 WIB
Pedagang menunggu calon pembeli di kios beras miliknya di Jalan Kartama, Senin (18/3/2024). Pedagang mengaku beras asal Sumatera Barat mengalami kenaikan harga
Pedagang menunggu calon pembeli di kios beras miliknya di Jalan Kartama, Senin (18/3/2024). Pedagang mengaku beras asal Sumatera Barat mengalami kenaikan harga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di Pekanbaru diprediksi masih akan terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 H/2024 M. Kenaikan harga tersebut akan mempengaruhi inflasi di Kota Pekanbaru.

Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, sejumlah komoditi bahan pokok saat ini masih mengalami kenaikan. Seperti beras, daging ayam dan telur.

Menurutnya, kenaikan-kenaikan harga bahan pokok ini sangat berpengaruh pada inflasi di Kota Pekanbaru. Terutama beras, yang sampai saat ini tak kunjung turun sejak mengalami kenaikan pada tahun 2023 lalu.

”Jadi saat ini ada beberapa komoditi yang masih perlu kita antisipasi sepertu beras, daging ayam, telur ayam,” ujar Indra Pomi Rabu (27/3).

Bahkan saat ini kata Indra, yang perlu diwaspadai adalah kenaikan tarif transportasi. Menurutnya, tarif kendaraan mudik akan meningkat dibanding hari biasa.

”Transportasi mudik akan naik, tarif tol kemarin juga sudah naik, tentu hal ini akan memicu inflasi di Kota Pekanbaru,” tambahnya.

Namun begitu kata Indra, sumbangsih inflasi terbesar di Pekabaru saat ini adalah harga beras. Harga beras hingga kini masih tinggi dan tak kunjung turun.

”Untuk itu, kita lakukan kontrol terhadap kebutuhan kita dan stok barang yang ada di kita. Kemudian kita lakukan pengawasan ke distributor-distributor, dan kita juga melakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhi stok barang kita,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja bahan pokok sesuai keperluan saja. Masyarakat diminta untuk tidak berbelanja secara berlebihan, yang berakibat pada stok barang di pasaran berkurang.

”Dengan stok barang yang berkurang di pasar, tentunya akan berakibat pada kenaikan harga. Kemudian juga berdampak pada inflasi,” pungkasnya.

Adapun inflasi di Kota Pekanbaru Februari lalu sebesar 0,55 persen. Sementara pada Januari 2024 lalu, Kota Pekanbaru mengalami deflasi sebesar -0,19 persen. Inflasi yang terjadi pada Februari lalu mengalami kenaikan yang signifikan, sebesar 0,74 persen.(ilo)

Editor : Rindra Yasin
#inflasi pekanbaru #harga sembako #sekko pekanbaru