PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekanbaru periode 2025-2030 resmi dilantik di Hotel Aryaduta, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini sekaligus menampilkan kreasi songket dan perhiasan batu alam dari seluruh kecamatan se-Kota Pekanbaru sebagai representasi potensi kerajinan daerah.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa kehadiran Dekranasda yang baru harus menjadi motor penggerak pengembangan industri kreatif di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Menurutnya, Pekanbaru memiliki sumber daya manusia yang kaya bakat, khususnya di bidang kerajinan tangan seperti songket, anyaman, tenun, hingga berbagai produk kriya lainnya.
“Kita tahu SDM di Kota Pekanbaru sangat banyak dan banyak pelaku UKM dan UMKM yang berkarya dari kerajinan tangan. Inilah fungsi Dekranasda sebagai jembatan agar perajin kita semakin bernilai dan berdaya saing hingga tingkat nasional maupun internasional,” ujar Agung Nugroho.
Agung juga menegaskan pentingnya keberadaan gedung Dekranasda sebagai ruang kurasi, promosi, dan destinasi utama bagi wisatawan yang ingin melihat miniatur kekayaan kerajinan Pekanbaru. Menurutnya, gedung tersebut harus menjadi tempat pertama yang dikunjungi sebelum tamu diarahkan ke sentra-sentra perajin.
Ia memastikan Pemko Pekanbaru berkomitmen penuh mendukung penguatan Dekranasda, mengingat UMKM adalah tulang punggung perekonomian kota.
“Pekanbaru bukan hanya milik masyarakat Pekanbaru, tapi barometer Provinsi Riau di tingkat nasional,” tegasnya.
Ketua Dekranasda Kota Pekanbaru yang baru dilantik, Sulastri Agung, mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan pelantikan yang berjalan lancar. Ia menyebut komposisi pengurus kali ini sangat beragam, mulai dari entrepreneur, guru, ASN, budayawan, hingga pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, semua tergabung dalam kepengurusan. Semoga kolaborasi ini menjadi nilai plus untuk Dekranasda Kota Pekanbaru agar bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Saat ditanya soal target khusus, Sulastri menegaskan pihaknya meminta dukungan penuh dari Pemko Pekanbaru, terutama terkait kepastian penggunaan gedung Dekranasda sebagai pusat aktivitas pengembangan kerajinan.
“Kami ingin ruangan itu bisa benar-benar digunakan untuk kegiatan Dekranasda, tempat berkreasi, dan mengoptimalkan semua fasilitas yang ada,” jelasnya.
Sulastri mengungkapkan bahwa kegiatan terdekat Dekranasda akan berfokus pada perbaikan konstruksi gedung yang akan digunakan. Setelah siap, gedung tersebut akan diisi produk-produk terbaik dari UMKM dan pelaku ekonomi kreatif Pekanbaru.
“Semua produk akan melalui proses kurasi. Kita pilih yang terbaik dulu sebelum ditampilkan. Ini juga menjadi pemicu bagi pelaku ekraf lain untuk lebih berinovasi,” katanya.
Ia menargetkan gedung Dekranasda dapat menjadi pusat pencarian oleh-oleh khas Pekanbaru, khususnya kerajinan dan produk ekraf.
“Kalau masyarakat atau wisatawan berpikir: mau cari oleh-oleh kerajinan ke mana? Jawabannya harus ke Dekranasda Kota Pekanbaru,” tutupnya.(ali)
Editor : Edwar Yaman