Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Festival Shalawat KKMT Riau, Gaungkan Pesan Ekoteologi Isra Mikraj: Membumikan Shalawat, Merajut Jagat

Joko Susilo • Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:15 WIB
Festival Shalawat KKMT Riau menggaungkan pesan ekoteologi Isra Mikraj.
Festival Shalawat KKMT Riau menggaungkan pesan ekoteologi Isra Mikraj.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bersama Kelompok Kerja Majelis Taklim (KKMT) Riau menggelar Festival Shalawat dengan tema “Membumikan Shalawat, Merajut Jagat: Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Riau, Sabtu (17/1/2026) ini diikuti oleh 41 grup shalawat dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Tidak hanya dari Pekanbaru, namun juga dari Rokan Hulu, Siak, Kampar, dan Pelalawan. Festival ini menjadi wujud nyata sinergi majelis taklim dalam menghidupkan syiar Islam sekaligus memperkuat pembinaan umat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Riau yang diwakili Kabid Penaiszawa H. Mas Jekki Amri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa shalawat bukan hanya lantunan suara indah semata, melainkan energi spiritual yang dapat menghidupkan kesadaran sosial, kemanusiaan, dan kepedulian ekologis.

 Baca Juga: Bintang Bayern Munchen Jamal Musiala Siap Kembali setelah Cedera Patah Kaki

Menurutnya, tema festival selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Asta Protas Kemenag, khususnya penguatan nilai-nilai spiritual yang berdampak pada kehidupan nyata.

“Peristiwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi mengandung pesan mendalam tentang hubungan harmonis antara langit dan bumi, antara Tuhan, manusia, dan alam semesta. Alam bukanlah objek eksploitasi semata, namun amanah ilahi yang wajib dijaga,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, membumikan shalawat berarti membumikan akhlak Rasulullah, menghadirkan teladan dalam menjaga keseimbangan alam, mencintai makhluk hidup, serta menjauhkan diri dari perusakan bumi.

 Baca Juga: Michael Carrick Tidak Menampik Kemungkinan Bertahan Lama di Manchester United

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Hj. Kamalia dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Shalawat ini digelar sebagai sarana dakwah sekaligus penguatan budaya shalawat di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum peringatan Isra Mikraj dan menyambut bulan suci Ramadhan. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan majelis taklim lintas daerah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat persatuan umat.(ilo)

 

 

Editor : Edwar Yaman
#Festival Shalawat KKMT Riau #Kanwil kemenag riau #isra mikraj