Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Diduga Dijadikan Tempat Pesta Waria, THM Didemo

Yulianti Sabikis • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:52 WIB


Sejumlah masyarakat melakukan aksi unjuk rasa didepan New Paragon Jalan Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Senin (2/2/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS
Sejumlah masyarakat melakukan aksi unjuk rasa didepan New Paragon Jalan Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Senin (2/2/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Warga dan Mahasiswa Tuntut Penyegelan Laporan HENDRAWAN KARAIMAN, Kota Ratusan warga Kota Pekanbaru dari berbagai unsur menggelar aksi di depan tempat hiburan malam (THM) New Paragon, Jalan Sultan Syarif Kasim, Senin (2/2) sore hingga malam. Massa meminta agar klub malam itu disegel.

Hal ini menyusul beredar video yang diduga ada aktivitas pesta waria yang terjadi di dalam tempat hiburan tersebut. Video itu viral hingga membuat Polresta dan Satpol PP Pekanbaru turun ke lokasi beberapa hari lalu.

Baca Juga: Investasi KEK Capai Rp335 Triliun

Ada sejumlah tokoh yang hadir di antara massa aksi. Ada mantan Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Azlaini Agus, mantan anggota DPRD Riau Ade Hartati dan beberapa tokoh agama setempat. Terlihat juga dalam aksi, puluhan mahasiswa berjaket Universitas Riau.
Pada kesempatan itu, Edy Natar melakukan orasi aksi protes terhadap apa yang diduga terjadi di New Paragon yaitu pesta waria. Aksi itu menurutnya jelas telah mencoreng wajah Kota Pekanbaru, ibukota Bumi Melayu yang terkenal agamis dan menjunjung tinggi norma susila dan adat.
Selaras dengan Edy Natar, Azlaini Agus juga dengan tegas meminta agar New Paragon segera disegel. ”Kami meminta tempat ini segera disegel, sekarang juga,’’ ujar Azlaini yang disambut teriakan massa.
Permintaan aksi massa ini langsung diarahkan kepada Penjabat Sekretaris Kota (Pj Sekko) Pekanbaru Ingot Hutasuhut dan Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Yuliarso. Keduanya berada di lokasi.
Menanggapi permintaan warga, Ingot menyampaikan hal yang dinilai normatif oleh massa aksi. Ingot mengatakan, ia menerima aspirasi dari warga atas apa yang telah terjadi. ”Aspirasi kami terima dengan baik, ini akan menjadi agenda prioritas bagi kami ke depan. Kami akan bertindak sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,” ujar Ingot.
Namun massa aksi tidak puas dengan apa yang disampaikan Ingot. Massa melalui tokoh-tokoh yang hadir tetap meminta Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon saat itu juga.
”Mulai malam ini kami tidak ingin ada aktivitas lagi,” tegas Azlaini Agus.
Sementara mantan Anggota DPRD Riau Ade Hartati juga meminta Sekko untuk menutup New Paragon sementara waktu sampai selesai evaluasi menyeluruh. Menurutnya massa aksi tidak akan bubar sebelum ada penyegelan resmi.
”Kami siap bermalam di sini,” sebut Ade yang diamini massa aksi dengan sorak sorai.
Setelah berdiskusi sekitar 10 menit, Sekdako Ingot sempat memberikan kesempatan pihak perwakilan manajemen New Paragon berbicara. Tapi baru selesai mengucapkan salam, langsung disela massa aksi.
Sekko kemudian menanggapi hal itu dengan memastikan bahw New Paragon tidak akan beroperasi. Akan tetapi tetap saja hal ini belum bisa diterima aksi massa. Bahkan massa meminta Ingot menelpon Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang disebut sedang berada di luar kota.
”Silakan, kami tunggu Pak Ingot berkomunikasi dengan Wali Kota dengan media telepon,” sebut Azlaini Agus.
Pada aksi itu puluhan polisi berjaga di luar dan di halaman New Paragon. Puluhan anggota Satpol PP juga turut bersiaga di lokasi, turut tumpah ruah bersama warga.
Jalan Sultan Syarif Kasim pada bagian depan New Paragon sendiri lumpuh dan dijaga petugas lantas sejak sore.
Sementara itu, Perwakilan Manajemen New Paragon Dodi Gusti mengaku pasrah tempat usaha hiburan malamnya itu disegel. Sebenarnya Humas mereka sudah berada di lokasi untuk meluruskan informasi, namun ia memahami tuntutan warga. ’’Kita ikut saja aturan pemerintah,’’ ujarnya saat dihubungi lewat sambungan telepon.
Dodi mengaku pasrah New Paragon ditutup dan siap menunggu keputusan pemerintah selanjutnya.
Doni juga memaklumi kemarahan warga. Namun ia menegaskan tidak pernah berniat memfasilitasi kegiatan yang diduga pesta waria tersebut.
’’Sebenarnya kami kecolongam, kami tidak tahu bahwa yang hadir begitu (diduga waria, red). Kami juga tidak setuju dan tidak akan memfasilitasi kegiatan seperti itu,’’ ujarnya.(yls)

Editor : Arif Oktafian
#waria #demo #thm #pesta