PEKANBARU(RIAUPOS.CO) - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sudah menjadi tradisi di Kota Pekanbaru, sejumlah umat muslim melakukan ziarah kubur. Tradisi ini dilakukan untuk mengenang keluarga yang sudah meninggal dunia dan tidak bisa lagi ikut bersama melaksanakan ibadah di bulan Ramadan.
SUASANA di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumber Sari, Jalan Hijrah, Kecamatan Limapuluh tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Sejak pagi, warga berdatangan membawa bunga, air, dan perlengkapan doa.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan memang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Bagi banyak keluarga, momen ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga waktu untuk mengenang orang-orang tercinta yang telah lebih dahulu berpulang.
Lantunan doa dan bacaan ayat suci Al-Qur’an terdengar bersahut-sahutan, menyatu dengan semilir angin yang berhembus pelan di antara nisan-nisan.
Salah seorang peziarah, Rahma, mengaku rutin datang setiap menjelang Ramadan bersama keluarganya. Ia membersihkan pusara kedua orang tuanya, menabur bunga, lalu memanjatkan doa. Editor : Arif Oktafian