PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Polisi mengungkap motif di balik kasus penganiayaan bersenjata tajam yang terjadi di lingkungan kampus UIN Suska Riau, Kamis (26/2/2026) pagi.
Pelaku diketahui menaruh perasaan kepada korban, namun cintanya ditolak atau cintanya bertepuk sebelah tangan.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengatakan pelaku dan korban pertama kali saling mengenal saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juli hingga Agustus 2025.
"Pelaku dengan korban ini kenal waktu KKN, dia kenal bulan Juli sampai dengan Agustus 2025. Saat itu korban dan pelaku berteman baik dan pelaku jatuh hati kepada korban. Setelah November 2025 selesai KKN-nya, pelaku dan korban sempat jalan pergi bareng dan segala macamnya. Ini berdasarkan keterangan pelaku ya. Pelaku menganggap dia memiliki hubungan dengan korban," kata AKP Anggi.
Namun, saat pelaku menyatakan perasaannya, korban menolak karena telah memiliki pasangan. Penolakan tersebut diduga memicu rasa sakit hati yang mendalam pada diri pelaku.
"Pelaku berniat membunuh korban karena sakit hati. Jadi mereka tidak pacaran, tetapi pelaku saja yang menganggap pacaran. Niat dari awal memang pelaku ini ingin membunuh korban karena parang dan kapaknya diasah terlebih dahulu. Seperti cinta bertepuk sebelah tangan," jelasnya.
Pelaku telah merencanakan pembunuhan terlihat dari persiapan senjata tajam yang telah diasah sebelum kejadian. Saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
Editor : M. Erizal