Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Minta Doa Dilancarkan Ujian dan Sudah Beli Tiket Mudik

Joko Susilo • Jumat, 27 Februari 2026 | 11:28 WIB

 Rektor UIN Suska Riau Prof Leny Nofianti (kanan) saat menjenguk korban Farradila Ayu Pramesti di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Kamis (26/2/2026).
Rektor UIN Suska Riau Prof Leny Nofianti (kanan) saat menjenguk korban Farradila Ayu Pramesti di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Kamis (26/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pada Kamis (26/2) pagi seharusnya menjadi hari yang berbahagia buat Farradila Ayu Pramesti (23). Mahasiswi UIN Suska Riau Fakultas Hukum ini bersiap mengikuti ujian seminar proposal. Pasalnya, setelah ujian dirinya akan mudik ke kampung halaman.

Alih-alih bersiap mudik, siang kemarin, Farradila terbaring lemah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Jarum infus menancap di tangannya. Peralatan medis mengelilingi tubuhnya. Suasana yang jauh dari bayangan hangatnya suasana Idulfitri di kampung halaman.

Ya, Farradila menjadi korban pembacokan oleh rekannya RM (21) sesaat sebelum menjalani sidang seminar proposal, sekitar pukul 07.30 WIB di lantai 2 Fakultas Hukum Kampus UIN Suska Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang.

“Malam sebelum ujian, dia sempat minta didoakan supaya ujian seminar proposalnya lancar,” cerita Iwan, pamannya dengan suara tertahan.

Iwan tak menyangka, doa untuk kelancaran ujian berubah menjadi doa untuk keselamatan dan kesembuhan. Keponakannya yang sudah tinggal bersamanya sejak semester satu itu kini harus berjuang memulihkan diri akibat luka-luka serius yang dideritanya. “Pakaian hari raya sudah dibeli. Tiket pesawat (Bandara Hang Nadim Batam) juga sudah di tangan. Tapi musibah ini datang,” ujarnya lirih.

Setelah dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau, sekitar pukul 15.00 WIB, Farradila dipindahkan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Luka akibat bacokan di tangannya cukup dalam, selain luka di kepala, leher, kening, dan paha.

Rektor Jenguk di RSUD Arifin Achmad

Rektor UIN Suska Riau, Prof Leny Nofianti menjenguk korban di RSUD Arifin Achmad, pukul 16.50 WIB. Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Ketua Tim Humas serta perwakilan dosen. Pihak keluarga korban menyambut hangat kehadiran jajaran pimpinan UIN Suska tersebut.

Paman korban Iwan menyampaikan bahwa kondisi Farra, panggilan akrabnya, telah stabil. Namun akan dilakukan tindakan operasi pada bagian lengan kiri. Rektor turut memberikan dukungan moral agar Farra tetap tegar dalam menjalani masa pemulihan.

Selain berbincang dengan keluarga, Rektor juga berkomunikasi langsung dengan tim dokter RSUD guna memantau perkembangan medis korban. “Kami mendukung penuh proses pemulihan Farra. Farra adalah anak yang kuat jika ada kendala apa pun, silakan langsung hubungi saya,” pesan Rektor.

Sempat Beredar Berita Hoaks

Di luar depan ruang IGD RS Bhayangkara, keluarga dan teman-temannya menunggu dengan cemas. Beberapa kali ponsel berdering, menanyakan kabar yang simpang siur. Isu bahwa Farra meninggal dunia sempat beredar di media sosial. Kabar itu dipastikan hoaks atau tidak benar.

Saat informasi tersebut menyebar, Farradila masih dalam keadaan sadar dan menjalani perawatan intensif. “Kabar itu tidak benar. Dia sadar dan sedang ditangani dokter,” tegas Watia, rekan sekelasnya.

Watia bersama Rida dan Aza masih sulit melupakan momen saat Farradila berusaha menyelamatkan diri. Ia sempat menangkis serangan hingga tangannya terluka, lalu berusaha keluar ruangan untuk mencari pertolongan.

Bagi teman-temannya, Farra adalah sosok mahasiswi biasa yang sedang menapaki masa depan dan sibuk ujian. Merencanakan mudik, dan membayangkan berkumpul bersama keluarga saat takbir berkumandang.

Farradila adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Adiknya masih di kampung, sementara sang kakak pernah mengikuti jejaknya kuliah di UIN dan tinggal bersama Iwan hingga lulus. Idulfitri tahun ini seharusnya menjadi momentum pulang dengan cerita baru, tentang ujian proposal yang selesai, tentang langkah menuju wisuda yang semakin dekat.***

Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#Reyhan #mahasiswi uin suska riau #Farradila Ayu Pramesti