Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hikmah Puasa

Tim Redaksi • Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:03 WIB

Rektor Universitas Islam Riau,  Admiral
Rektor Universitas Islam Riau, Admiral

Ramadan adalah bulan yang senantiasa dinantikan karena di dalamnya terdapat begitu banyak keistimewaan, mulai dari amalan yang pahalanya dilipatgandakan, ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan serta lailatulqadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan Ramadan

yang senantiasa dinantikan itu, membuat doa dipanjatkan untuk diberkahi di bulan Rajab dan Syakban serta dipertemukan dengan Ramadan.

Ramadan bukanlah semata-mata tentang amalan puasa sebagai salah satu rukun Islam, melainkan lebih daripada itu, di mana ada banyak hikmah yang terkandung dari puasa di bulan Ramadan, antara lain berkenaan dengan pembersihan jiwa, kepedulian sosial dan kesehatan.

1. Pembersihan Jiwa

Puasa Ramadan adalah ibadah yang dilaksanakan dengan dasar iman dari hamba yang sadar akan kewajibannya kepada Rab-nya, yang orientasinya adalah membentuk insan yang bertakwa kepada Allah SWT (QS Al-Baqarah 183). Aktualisasi keimanan dan ketakwaan seorang hamba kepada Rab-nya tersebut dapat dilihat dari ketaatannya melaksanakan segala perintah Allah dan juga ketaatannya meninggalkan segala larangan Allah. Sebuah iktiar yang mesti dilakukan sepenuh hati dan sekuat tenaga.

Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan lebih daripada itu. Puasa adalah juga tentang menahan hawa nafsu. Jika di luar bulan Ramadan ada syaitan yang ikut mempengaruhi terjadinya kemaksiatan dan kemungkaran yang dilakukan oleh seorang hamba, maka di bulan Ramadan, terjadinya kemaksiatan dan kemungkaran sangat bergantung pada kemampuan seorang hamba dalam mengendalikan hawa nafsunya.

Hamba yang melaksanakan puasa Ramadan dengan penuh keimanan, tentu tidak akan menyia-nyiakan puasa hanya untuk menahan lapar dan dahaga, namun juga diikuti dengan kemampuan menahan hawa nafsu sehingga puasanya adalah puasa yang sah dan berkualitas serta sesuai dengan tuntunan.

Puasa di bulan Ramadan dalam hal ini menjadi ruang melatih pengendalian diri, yakni utamanya adalah melatih kemampuan mengendalikan hawa nafsu, yang outcome-nya adalah kemampuan mengendalikan diri termasuk hawa nafsu di luar bulan Ramadan, yakni setelah Ramadan berakhir.

Hakikatnya, jika seorang hamba dibiasakan dengan sungguh-sungguh untuk mampu mengendalikan diri dan hawa nafsunya di bulan Ramadan, maka “Ramadan yang berhasil” adalah Ramadan yang melahirkan insan yang semakin baik kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.

2. Kepedulian Sosial

Semua ibadah puasa termasuk puasa Ramadan adalah hubungan spiritual antara seorang hamba yang berpuasa dengan Rab-nya, namun di balik hubungan spiritual tersebut terdapat pula dimensi hubungan sosial antara seorang yang berpuasa dengan lingkungan sekitarnya. Puasa di bulan Ramadan dalam hal ini tidak hanya berkenaan dengan hablum minallah tetapi juga berkenaan dengan hablum minannaas.

Puasa dalam hal ini menjadi ruang tumbuh dan kembangnya empati. Puasa Ramadan mengajarkan secara langsung untuk seseorang yang berpuasa ikut merasakan lapar dan dahaganya fakir miskin, yang sulit untuk mendapatkan makanan dan minuman karena keterbasan ekonomi. Empati itu kemudian mendorong semangat solidaritas untuk berbagi dengan sesama, melalui zakat, infak dan sedekah. Empati itu juga banyak dilakukan dengan berbagi makanan dan minuman untuk berbuka dan sahur.

3. Kesehatan

Puasa di bulan Ramadan adalah momentum yang sangat tepat bagi tubuh, setidaknya untuk sekali dalam setahun beristirahat, terutama bagi organ pencernaan. Hal ini secara medis membantu proses pembuangan racun (detoksifikasi) dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Puasa juga memberikan pengaruh positif bagi kesehatan jantung dan daya tahan tubuh karena meningkatnya produksi sel kekebalan tubuh. Puasa dalam hal ini dapat menjadikan orang yang menjalankannya lebih sehat dari sebelumnya, yakni selama puasa dilakukan dengan benar, sesuai dengan ketentuannya.

Semoga momentum puasa di bulan Ramadan ini tidak sia-sia karena sekadar menahan lapar dan dahaga semata, tetapi justru benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.***

Oleh:Rektor Universitas Islam Riau, Admiral

Editor : Bayu Saputra
#hikmah ramadhan #uir #petuah ramadhan riau pos #Ramadhan 1447 H #Puasa Ramadhan