Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ketika Dapur SPPG Bencahlesung Mulai Hidup sejak Dini Hari untuk Menyiapkan MBG

Joko Susilo • Senin, 9 Maret 2026 | 23:45 WIB

Para petugas sedang mempersiapkan menu MBG.
Para petugas sedang mempersiapkan menu MBG.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Saat sebagian besar warga masih terlelap, aktivitas justru sudah dimulai di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bencahlesung, yang berada di kawasan Harapan Raya Ujung, Pekanbaru. Sejak pukul 02.00 WIB dini hari, puluhan relawan telah sibuk menyiapkan bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dinikmati ribuan penerima manfaat.

Di dapur yang dipenuhi aroma bumbu rempah itu, para relawan bekerja dengan ritme yang cepat namun teratur. Sebanyak 30 relawan bergotong royong membersihkan bahan makanan, memotong sayuran, hingga mengolah lauk-pauk yang akan menjadi menu bergizi bagi anak-anak sekolah serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ahli Gizi SPPG Bencahlesung, Adela Putri, mengatakan seluruh proses persiapan makanan dilakukan sejak dini hari agar makanan dapat selesai tepat waktu sebelum didistribusikan.
“Para relawan mulai bekerja dari pukul dua dini hari. Mereka membersihkan bahan-bahan seperti daging ayam, tahu, tempe, mentimun, dan buah terlebih dahulu. Setelah itu baru dimasak dan dimasukkan ke dalam wadah thermowall untuk disiapkan menjadi paket makanan,” ujarnya, Senin (9/3).

Pada hari itu, dapur SPPG menyiapkan menu sederhana namun kaya gizi. Ayam ungkep menjadi lauk utama yang dimasak dengan bumbu rempah agar gurih dan lezat. Menu tersebut dilengkapi dengan tahu ungkep, tempe ungkep, serta kentang ungkep yang dimasak hingga meresap.
Tak hanya itu, paket makanan juga disertai mentimun segar sebagai pelengkap sayuran serta buah apel yang memberikan tambahan vitamin bagi para penerima manfaat. Kombinasi menu tersebut disusun untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi secara seimbang.

Setelah proses memasak selesai, para relawan kembali bekerja menyiapkan tahap berikutnya, yakni pengemasan. Dengan penuh ketelitian, makanan dimasukkan ke dalam wadah khusus agar tetap higienis dan terjaga suhunya saat didistribusikan.
Suasana kebersamaan terasa kuat di dapur tersebut. Para relawan saling membantu tanpa mengenal lelah demi memastikan makanan bergizi dapat tersaji setiap hari.

Adela menyebutkan, kerja sama para relawan menjadi kunci utama kelancaran program MBG di SPPG Bencahlesung. Tanpa semangat gotong royong tersebut, proses menyiapkan ribuan porsi makanan setiap hari tentu bukan hal yang mudah.

“Dengan kerja sama 30 relawan ini, alhamdulillah semua proses bisa selesai tepat waktu sehingga makanan bisa segera didistribusikan kepada para penerima manfaat,” katanya.

Selama bulan Ramadan, pola distribusi makanan bagi para siswa juga mengalami penyesuaian. Jika biasanya makanan dikonsumsi di sekolah, maka selama Ramadan jatah makanan dari program MBG dibawa pulang oleh para siswa untuk dinikmati saat waktu berbuka puasa.
Dengan cara itu, program pemenuhan gizi tetap berjalan meskipun aktivitas belajar di sekolah berlangsung dalam suasana Ramadan. Harapannya, anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka.(ilo)

 

Editor : Edwar Yaman