Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Nyaris Raih Sertifikat Adipura, Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Masih Jadi PR Pekanbaru

Joko Susilo • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:15 WIB

Wako Pekanbaru Agung Nugroho saat meninjau TPA Muara Fajar, baru-baru ini.
Wako Pekanbaru Agung Nugroho saat meninjau TPA Muara Fajar, baru-baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Upaya Kota Pekanbaru untuk meraih penghargaan Adipura pada 2025 masih belum membuahkan hasil. Meski demikian, penilaian yang diperoleh ibukota Provinsi Riau ini sebenarnya cukup baik secara nasional.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menjelaskan bahwa sistem penilaian Adipura saat ini tidak lagi hanya menilai kebersihan jalan protokol atau kawasan permukiman.

Penilaian juga mencakup pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan kelayakan sebuah daerah meraih penghargaan tersebut.

“Untuk TPA memang masih menjadi perhatian karena sebelumnya pengelolaannya belum optimal,” ujar Reza, Selasa (10/3/2026).

Ia menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini tengah melakukan pembenahan pengelolaan TPA, khususnya di TPA Muara Fajar.

Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, yakni PT ICE, agar pengelolaan sampah di lokasi tersebut bisa berjalan lebih baik dan lebih modern.

Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan Pemko Pekanbaru agar ke depan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, sekaligus memperbaiki nilai dalam penilaian Adipura.

Meski belum berhasil meraih penghargaan, posisi Pekanbaru dalam penilaian nasional tergolong cukup baik. Dari sekitar 300 kabupaten/kota yang dinilai, Pekanbaru berada di peringkat ke-48 dan menjadi daerah dengan nilai tertinggi di Provinsi Riau.

Reza juga mengungkapkan bahwa pada 2025 tidak ada daerah yang berhasil meraih Piala Adipura. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan hanya memberikan sertifikat Adipura kepada 35 daerah yang memenuhi kriteria tertentu.

“Untuk Pekanbaru sendiri selisih nilainya hanya 1,1 poin untuk mendapatkan sertifikat tersebut,” jelasnya.

Dengan berbagai pembenahan yang tengah dilakukan, Pemko Pekanbaru optimistis ke depan pengelolaan lingkungan di kota ini akan semakin baik dan mampu memenuhi standar penilaian Adipura.

“Kita optimistis ke depan hasilnya akan lebih baik,” tutup Reza.(ilo)

Editor : M. Erizal
#Adipura #tpa muara fajar #pekanbaru