PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - HARGA sejumlah keperluan pokok (sembako) di beberapa daerah terpantau stabil dan stok mencukupi. Namun beberapa komoditas lainnya ada yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan seperti di Pasar Inpres Bangkinang, Kabupaten Kampar. Sementara di Sejatpanjang, komoditas yang paling menonjol mengalami lonjakan adalah daging ayam ras dan telur ayam, Rabu (11/3).
Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kampar, sebagian besar komoditas seperti beras, cabai, dan bawang belum mengalami perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya.
’’Beberapa komoditas utama seperti beras, cabai, dan bawang masih dijual dengan harga yang sama seperti hari sebelumnya,’’ jelas Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kampar Rinaldi.
Rinaldi menjelaskan, beras medium Vietnam tercatat Rp13.000 per kilogram, sementara beras premium seperti Anak Daro dijual Rp16.500 per kilogram dan Belida Rp15.500 per kilogram.
‘’Untuk komoditas cabai, cabai merah keriting dijual Rp40.000 per kilogram. Cabai rawit merah berada pada harga Rp60.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp35.000 per kilogram,’’ kata Rinaldi.
Baca Juga: Forum Intelektual Muslim Riau Tolak Keras Board of Peace sebagai Instrumen Penjajahan Baru
Rinaldi menambahkan, harga bahan pokok lainnya juga relatif stabil. Gula pasir curah maupun kemasan dijual Rp19.000 per kilogram. Minyak goreng curah berada di harga Rp17.100 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp21.000 per liter, dan Minyakita Rp15.700 per liter.
‘’Di sektor protein hewani, daging ayam ras tercatat Rp47.826 per kilogram, telur ayam ras Rp32.000 per kilogram, dan daging sapi berbagai bagian berkisar Rp140.000 per kilogram. Sementara itu, ikan bandeng dijual Rp50.000 per kilogram dan ikan tongkol Rp45.000 per kilogram,’’ jelas Rinaldi.
Rinaldi menambahkan, komoditas lainnya seperti tempe bungkus dijual Rp20.000 per kilogram, tahu putih Rp10.000 per kilogram, serta pisang lokal Rp12.000 per kilogram.
‘’Secara umum, kondisi harga bahan pokok di pasar tersebut masih stabil tanpa adanya lonjakan maupun penurunan yang signifikan. Pemantauan harga ini dilakukan secara rutin guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat,’’ tegas Rinaldi.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Percontohan Selatpanjang, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas pangan strategis, meskipun secara umum kondisi harga sembako masih relatif terkendali.
mengatakan lonjakan harga paling signifikan terjadi pada komoditas protein hewani.
‘’Hasil pemantauan kami menunjukkan kenaikan paling menonjol terjadi pada daging ayam ras dan telur ayam ras. Harga ayam naik dari Rp32.500 menjadi Rp35.800 per kilogram atau sekitar 10,15 persen. Sementara telur ayam naik dari Rp25.000 menjadi Rp28.500 per kilogram atau naik sekitar 14 persen,’’ ungkap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti Marwan kepada Riau Pos, Rabu (11/3).
Selain dua komoditas tersebut, beberapa bahan pangan lain juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu tinggi. Harga daging sapi tercatat naik dari Rp160.000 menjadi Rp170.000 per kilogram atau sekitar 6,25 persen.
Baca Juga: 16 Besar Liga Champions: Rosenior Bela Filip Jorgensen setelah sang Kiper Bikin Kesalahan Mahal Lawan PSG
Kenaikan juga terjadi pada komoditas gula pasir kemasan yang naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.500 per kilogram atau sekitar 8,33 persen. Sementara bawang putih honan meningkat dari Rp35.000 menjadi Rp36.000 per kilogram.
Sedangkan gula pasir curah mengalami kenaikan tipis dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram.
Menurut Marwan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca hingga peningkatan permintaan masyarakat menjelang Ramadan.
‘’Produksi peternakan ayam sempat terganggu akibat faktor cuaca, sehingga berdampak pada pasokan telur dan daging ayam. Di sisi lain, permintaan rumah tangga juga mulai meningkat menjelang Ramadan,’’ jelasnya.(hen)
Laporan WIRA SAPUTRA dan KAMARUDDIN