PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Puncak arus balik Idulfitri terjadi, Ahad (29/3). Jika di jalur darat dan udara lalu lintas lancar tanpa kendala berarti, tidak demikian di jalur laut. Ya, pemudik tujuan Kepulauan Riau (Kepri) terpaksa bermalam di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak karena tak mendapatkan tiket kapal. Seorang pemudik asal Tanjung Balai Karimun, Kepri, Edwin Ade Saputra mengatakan tidak mendapatkan tiket Dumai Ekspres saat tiba di Pelabuhan Tanjung Buton, kemarin. ‘’Sekarang tiket menjelaskan, informasi yang didapatkannya, ada sekitar 150 penumpang yang tak mendapatkan tiket kapal, Sabtu (28/3) dan terpaksa bermalam di pelabuhan untuk bisa berangkat Ahad (29/3). ‘’Hari ini tiket kapal diutamakan untuk pemudik yang tak dapat berangkat Sabtu (28/3) lalu. Makanya, yang baru datang hari ini (kemarin, red) tak bisa berangkat langsung,’’ ujarnya.
Edwin mengaku sempat mencoba membeli tiket Ro-Ro ke tujuan Tanjung Balai Karimun. Tapi, juga tidak kebagian. ‘’Tapi, Alhamdulillah, ada pemudik menggunakan mobil pribadi yang mau menumpangkan saya. Alhasil, saya ikut dalam rombongan mereka dan berangkat pakai Ro-Ro. Yang lain banyak bermalam di pelabuhan,’’ ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah II Arie Harsa didampingi Kasubbag TU Sutomo menjelaskan, sedikitnya 60 penumpang bermalam di pelabuhan. Jumlah ini, akan terus bertambah, terutama dari Sumatera Barat karena menunggu keberangkatan Senin (30/3) pagi. ‘’Mereka tak kebagian tiket, Kami menyiapkan terminal pelabuhan dan terminal Ro-Ro, untuk menginap penumpang yang akan berangkat besok (hari ini, red),” kata Ari Harsa.
Pada Ahad (29/3), arus mudik berada pada posisi puncak di mana tercatat 1.672 datang dan 2.212 berangkat. Total ada 3.884 penumpang dengan 20 kapal. Sementara, Sabtu (28/3) ada 3.375 penumpang dengan 18 kapal. Arie Harsa juga menjelaskan, kapal terbanyak tujuan dan datang dari Selatpanjang.
Sementara itu, Ahad (29/3), sebanyak 20 kapal merapat ke Pelabuhan Tanjung Buton. Yang datang dari Selatpanjang 17 kapal, satu kapal dari Telaga Punggur Batam, satu dari Alai Insit, dan satu dari Tanjung Balai Karimun. Sedangkan keberangkatan, hanya 18 kapal (14 kapal ke Selatpanjang, dua ke Telaga Punggur dan Batam, satu ke Penyalai, dan satu ke Alai Insit).
Kejadian serupa dialami pemudik di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Penumpukan penumpang terjadi mulai dari pintu masuk terminal, dalam terminal, ruang tunggu pos dalam, pintu masuk trestel hingga pintu masuk menuju dermaga.
Seluruh pos dipadati oleh penumpang yang berdesak-desakan keluar dan masuk. Tidak sedikit juga yang mengaku tidak kebagian tiket kapal. Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang Derita Adi Prasetyo menjelaskan, tingginya mobilitas penumpang dipengaruhi dua momentum besar yang terjadi bersamaan, yakni arus balik Idulfitri jelang masuk sekolah dan perayaan Cengbeng.
“Benar, arus penumpang yang naik dan turun tinggi sehak kemarin hingga hari ini. Biasanya setelah H+2 arus mulai menurun, tetapi tahun ini justru terus meningkat. Hal ini karena beririsan dengan momentum Cengbeng, sehingga pergerakan masyarakat tetap tinggi,” ujarnya, Ahad (29/3).
Ia menjelaskan, Kepulauan Meranti yang memiliki komunitas Tionghoa cukup besar menjadi salah satu tujuan utama perjalanan dalam periode ini. Banyak warga datang untuk berziarah kubur, sementara sebagian lainnya merupakan penumpang arus balik.
Pengawasan di lapangan juga diperketat oleh KSOP bersama instansi terkait. Petugas melakukan pemeriksaan tiket, pengaturan arus naik-turun penumpang, serta memastikan kapasitas kapal tidak melebihi batas yang ditentukan.
Selain itu, aspek keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama. “Pengawasan kami fokuskan di titik-titik padat seperti Pelabuhan Tanjung Harapan. Kami pastikan seluruh prosedur keselamatan dipatuhi,” tambah Derita.
Meski terjadi lonjakan signifikan, operasional pelayaran secara umum tetap berjalan lancar dan terkendali. Pihak KSOP memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal di tengah tingginya arus penumpang. “Secara umum kondisi aman dan terkendali. Kami terus mengoptimalkan pengawasan agar arus penumpang tetap lancar,” tuturnya.
585 Penumpang Berangkat dari Inhil di Pelabuhan Pelindo Tembilahan juga terjadi peningkatan penumpang, Ahad (29/3). Sebanyak 585 penumpang tercatat berangkat menuju Kepri. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi pada gelombang kedua sekaligus menandai hari terakhir arus balik dari Tembilahan ke sejumlah daerah tujuan di Kepri.
Aktivitas keberangkatan di pelabuhan berlangsung sejak pagi dan masih diwarnai kepadatan penumpang, meski secara umum berjalan tertib dan lancar. Penumpang didominasi tujuan Batam dan Tanjungpinang yang kembali ke daerah perantauan untuk melanjutkan aktivitas kerja.
Kapolsek KSKP Tembilahan, Ipda Parna B Simarmata, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel guna memastikan keamanan selama arus balik berlangsung. “Seluruh personel kita siagakan untuk menjaga situasi tetap aman dan tertib. Hingga saat ini kondisi di pelabuhan masih kondusif,” ujarnya.
Selain melakukan pengamanan, petugas juga terus mengimbau penumpang agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta mematuhi aturan yang berlaku, termasuk tidak melebihi kapasitas angkutan. “Selain memberikan imbauan, kami bersama pihak terkait juga memantau terus kondisi kapal agar para penumpang sampai ke tujuan dengan selamat,” tuturnya.
Jalur Lintas Tengah Lancar Di jalur darat, Jalur Lintas Tengah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) di beberapa titik di Kecamatan Kuantan Tengah terlihat normal dan lancar. Tidak ada lonjakan kendaraan maupun kemacetan yang terjadi. Kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam yang lewat terlihat melintas seperti biasa.
“Untuk arus kendaraan sudah normal seperti biasa. Sampai liburan terakhir ini tidak ada terjadi kemacetan dan antrean kendaraan. Semua aman dan lancar,” ujar Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH melalui Kasatlantas AKP Siswoyo, kemarin.
Jalur XIII Koto Kampar Tetap Terkendali Arus balik dari Sumatera Barat (Sumbar) menuju Provinsi Riau yang melintasi jalur lintas XIII Koto Kampar masih terpantau ramai, namun tetap lancar, Ahad (29/3). Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Edi Yusri menyampaikan, arus kendaraan dari arah Sumbar menuju Riau masih didominasi kendaraan pribadi dan angkutan keluarga.
Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan, kondisi lalu lintas tetap terkendali tanpa hambatan berarti. “Arus balik dari Sumbar menuju Riau terpantau ramai dan lancar. Walaupun masa libur sekolah telah berakhir, kendaraan masih cukup padat di jalan lintas XIII Koto Kampar,” jelas Edi Yusri.
Ia menambahkan, kelancaran arus lalu lintas tidak terlepas dari peran strategis jalan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar yang membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama lintas provinsi. Kehadiran jalan tol tersebut memberikan alternatif jalur yang lebih cepat dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh.
Menurutnya, sebagian pengendara memilih memanfaatkan jalan tol untuk mempercepat waktu tempuh menuju Pekanbaru dan sekitarnya, sehingga beban lalu lintas di jalur lintas lama dapat berkurang secara signifikan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat arus kendaraan tetap bergerak stabil meskipun jumlah pengguna jalan meningkat.
Selain itu, Dinas Perhubungan Kampar juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan kepadatan serta berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama masa arus balik berlangsung. Petugas juga disiagakan di beberapa titik strategis guna mengantisipasi potensi kemacetan maupun gangguan lalu lintas lainnya.
Revo, seorang pengendara yang baru kembali dari liburan di Sumbar mengaku perjalanan menuju Riau berjalan cukup lancar dan nyaman. Ia mengatakan keberadaan jalan tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar sangat membantu mempercepat perjalanan. “Arus lalu lintas dari Sumbar menuju Riau memang ramai, tapi tetap lancar. Apalagi sekarang sudah ada jalan tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar, perjalanan terasa lebih cepat dan tidak terlalu melelahkan,” ujarnya.
Jalintim Pelalawan Meningkat 40 Persen Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan kembali mengalami peningkatan signifikan, kemarin. Volume kendaraan mulai sama banyak dengan puncak arus mudik. Ahad (29/3) atau tepatnya H+9, kendaraan yang melintas di Jalintim Pelalawan tercatat meningkat 40 persen.
“Ya, kalau diprediksi peningkatannya sekitar 35-40 persen dari hari biasa,” terang Kasatlantas Polres Pelalawan AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK kepada Riau Pos, Ahad (29/3). “Puncak peningkatan volume kendaraan terjadi Sabtu (28/3) lalu dengan persentase 50 persen,” tambahnya.
Terminal BRPS Pekanbaru Di jalur darat, Kepala Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru Bambang Armanto menyampaikan, arus balik penumpang menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari arah Pekanbaru menuju Pulau Jawa maupun dari Pekanbaru ke Sumatera Utara, kemarin.
Menurut Bambang, pihak terminal terus berupaya mengantisipasi lonjakan penumpang dengan meningkatkan pelayanan demi kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa transportasi. “Kami selalu mengantisipasi untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang,” ujarnya, Ahad (29/3).
Ia menjelaskan, Ahad (29/3) pagi terjadi keterlambatan kedatangan arus balik dari Sumatera Utara (Medan). Hal ini disebabkan oleh kondisi lalu lintas yang padat, ditambah faktor cuaca hujan serta antrean saat pengisian bahan bakar minyak (BBM) di perjalanan. “Seharusnya tiba pukul 09.00 WIB, namun baru selesai pada pukul 12.00 WIB,” jelasnya.
Meski demikian, seluruh penumpang dari rute tersebut akhirnya tiba dengan selamat di terminal. Berdasarkan data per 28 Maret, tercatat jumlah kedatangan penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mencapai 1.408 orang, sementara keberangkatan sebanyak 1.375 penumpang.
Adapun untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), jumlah kedatangan tercatat sebanyak 468 orang, dengan keberangkatan mencapai 310 penumpang. Data tersebut menunjukkan adanya lonjakan pergerakan penumpang selama periode arus balik.
Di Bandara SSK II Makin Memuncak
Arus balik di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) makin memuncak, Sabtu (27/3). Pergerakan penumpang datang dan berangkat berada di angka 13,354 pax dengan 76 penerbangan. Jumlah penumpang naik sekitar 600 pax dibanding hari sebelumnya, yakni H+5.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru Achmad menjelaskan, sejak H-8 hingga H+6, Bandara SSK II Pekanbaru sudah melayani total 191,314 pergerakan penumpang dan 1,237 penerbangan. “Diprediksi, Ahad (29/3) pergerakan penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru mencapai 13,059 pergerakan penumpang dengan 74 penerbangan,” terangnya.(mng/wir/*2/dac/kom/amn/dof/azr/das)
Laporan TIM RIAU POS
Editor : Arif Oktafian