Kasus Ambruknya Turap Danau Tajwid Masih Penyidikan

Pelalawan | Minggu, 09 Mei 2021 - 12:11 WIB

Kasus Ambruknya Turap Danau Tajwid Masih Penyidikan
Turap Danau Tajwid. (ARSIPMX/KLIKMX.COM)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Perkara ambruknya turap Danau Tajwid di Kabupaten Pelalawan saat ini ditangani penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Penyidik masih terus melakukan pendalaman. Dalam perkara ini, penyidik memang masih terus melengkapi berkas perkaranya. Karena, setelah pemberkasan lengkap, maka pelimpahan ke Jaksa Peneliti segera dilakukan.

Tersangka dalam perkara ini adalah Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Riau (PUPR) Kabupaten Pelalawan, MD Rizal. Kemudian, seorang bawahannya yang bernama Tengku Pirda yang merupakan oknum tenaga harian lepas (THL).


Penetapan keduanya sebagai tersangka dilakukan pada 16 Februari 2021 lalu. Itu setelah tim penyidik Pidsus Kejati Riau melakukan gelar perkara dan mengantongi alat bukti permulaan yang cukup. Atas perbuatannya, MD Rizal dan Tengku Pirda dijerat dengan Pasal 10 Undang-undang (UU) RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 31 tahun 1999. Ancamannya maksimal pidana penjara selama 7 tahun.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau Muspidauan, Jumat (7/5) kemarin menyampaikan hal ini. “Masih penyidikan, masih pendalaman,” kata dia.

Ditanyai lebih lanjut, Muspidauan menjawab, perkembangan perkara akan disampaikan setelah Hari Raya Idul Fitri. “Nantilah habis lebaran (dijelaskan),” imbuhnya.

Sebelumnya, Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto menyampaikan, penyidik telah memeriksa saksi-saksi. Selain itu, MD Rizal dan Tengku Pirda juga telah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka. “Saat ini, tim (penyidik) masih melakukan pemberkasan,” ujarnya.

Dia meyakini, alat bukti dalam perkara ini telah cukup. Baik itu dari keterangan saksi-saksi, tersangka, maupun barang bukti dokumen yang telah disita penyidik.

Menurut dia, alat bukti itu telah memenuhi Pasal 183 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). “Jika pemberkasan selesai, akan tahap I (dilimpahkan ke Jaksa Peneliti untuk ditelaah kelengkapan formil dan materil perkara, red),” imbuh mantan Kajari Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini.(ali)

 


Bank BJB




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  2021-06-17.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com