Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karyawan Meregang Nyawa Tertimpa Cangkang Sawit, Manajemen PT SLS Dalami Investigasi, Polres Pelalawan Lakukan Penyelidikan

M Amin Amran • Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Tim penyidik Tipidter Satreskrim melakukan olah TKP kasus laka kerja yang menyebabkan seorang karyawan meregang nyawa di areal PMKS PT SLS di Kecamatan Kerumutan, Kamis (25/3/2026) lalu.
Tim penyidik Tipidter Satreskrim melakukan olah TKP kasus laka kerja yang menyebabkan seorang karyawan meregang nyawa di areal PMKS PT SLS di Kecamatan Kerumutan, Kamis (25/3/2026) lalu.

PANGKALAN LESUNG (RIAUPOS.CO) - Manajemen PT Sari Lembah Subur hingga saat ini tengah mendalami investigasi terkait kasus kecelakaan (laka) kerja yang menelan korban jiwa di lingkungan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Riau ini.

Pasalnya, seorang karyawan perusahaan grup Astra Agro Lestari ini yang diketahui bernama Ollyses Octavianus, ditemukan meregang nyawa setelah tertimpa dan tertimbun tumpukan cangkang abuboiler di area pabrik di areal Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT SLS di Kecamatan Kerumutan, tepatnya di areal pembersihan dan pengolahan cangkang.

PT Sari Lembah Subur (SLS) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan Riau yang diketahui bernama Ollyses Octavianus yang berkerja Rabu (25/3/2026) siang lalu.

Demikian hal ini disampaikan Humas/Chief District Officer (CDO) PT SLS Pelalawan, Ginanjar kepada Riaupos.co, Ahad (29/3/2026) via selulernya.

Dikatakannya bahwa, pihaknya belum bisa memberikan keterangan yang lebih rinci perihal insiden tersebut. Pasalnya, kejadian tersebut prosesnya masih tengah didalami melalui investigasi oleh Menajemn perusahaan.  

"Ya, saat ini kami masih di Jakarta untuk mengurus jenazah korban dan menemui pihak keluarga guna memberikan hak-hak bagi almarhum. Dan kami berjanji setelah proses investigasi internal yang tengah didalami selesai, PT SLS akan menyampaikan secara langsung kepada awak media terkait Laka kerja yang menelan korban jiwa itu. Agar keterangan resmi dari investigasi bisa seragam di media," ujarnya.

Ditempat terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kanit ll Tindak Pindana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Iptu Asbon Mairizal membenarkan adanya karyawan PT SLS yang meregang nyawa akibat kecelakaan kerja.

Di mana korban diduga meninggal dunia dikarenakan tertimpa cangkang sawit saat berada di lokasi pabrik.

Dan setelah menerima nformasi dari pihak perusahaan, tim gabungan Unit II Satreskrim Polres Pelalawan dari Polsek Kerumutan pada 25 Maret lalu sekitar jam 09.00 wib langsung turun ke areal PMKS milik PT SLS.

Tim gabungan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi Laka kerja tewas pekerja bernama Ollyses. Dan selain melakukan olah TKP, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap tubuh korban.

"Jadi, saat ini kasus Laka kerja itu masih dalam proses penyelidikan tim gabungan dari Polres Pelalawan dan Polsek Kerumutan," paparnya.

Diungkapkan Asbon bahwa, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pihaknya, kasus kecelakaan (laka) kerja yang menelan korban jiwa itu berawal saat korban-korban Ollyses Octavianus menemui mandor boiler bernama Despa Arianto di bungker jam 21.30 WIB untuk melaporkan jika hooper 2 tempat penampungan cangkang tersumbat. 

Selain itu, korban juga menyebutkan telah menyekop dan memindahkan cangkang ke hopper 1 agar hooper 2 tidak tersumbat lagi. 

"Meski demikian, sang Mandor Despa sempat melarang korban karena tindakan itu dinilai berbahaya. Sehingga, saksi Despa kemudian mengecek hooper yang tersumbat dan melihat ada sekop di hooper 2, dan mengambil sekop tersebut. Korban selunjutnya kembali ke bungker untuk melanjutkan pekerjaannya," ujar Asbon.

Hanya saja, sambungnya, sekitar 30 menit berselang dan dicek lagi, saksi Despa tidak melihat korban di lokasi. Para pekerja juga mengaku tidak melihat korban.

Saksi curiga melihat tempat penampungan cangkang dan merintahkan pekerja lainnya untuk membuka Chute Sliding Hooper atau pintu keluar cangkang. Dan ketika dibuka ternyata terlihat ada sepatu di pintu tersebut. 

"Sang mandor kembali memerintahkan pekerja lainnya menggali hooper dengan tangan kosong. Hingga akhirnya menemukan korban Ollyses tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia. Korban langsung dibawa ke Poliklinik PT SLS untuk mendapatkan pertolongan. Sekitar jam 23.43 wib korban dinyatakan meninggal dunia," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#karyawan tewas #Laka Kerja #pt sari lembah subur #cangkang kelapa sawit