Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Zero Putus Sekolah

M
Penulis: M Ali Nurman❯
PENYANDANG DISABILITAS: Wako Pekanbaru Agung Nugroho menyalami dan berbincang dengan penyandang disabilitas dalam pelatihan yang digelar Pemko Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Penyandang disabilitas adalah salah satu penerima Beasiswa Pemko Pekanbaru. (JPG)
PENYANDANG DISABILITAS: Wako Pekanbaru Agung Nugroho menyalami dan berbincang dengan penyandang disabilitas dalam pelatihan yang digelar Pemko Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Penyandang disabilitas adalah salah satu penerima Beasiswa Pemko Pekanbaru. (JPG)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmen kuat untuk mewujudkan zero anak putus sekolah di Kota Bertuah. Seluruh anak di Pekanbaru ditargetkan mendapatkan akses pendidikan yang layak, merata, dan berkelanjutan tanpa terkendala biaya maupun status sosial.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di daerahnya. Sejumlah program strategis telah disiapkan, mulai dari perluasan akses sekolah gratis, pemberian beasiswa, peningkatan kualitas guru, hingga pengembalian anak putus sekolah ke bangku pendidikan formal.

Advertisement

Menurut Agung, pemerintah tidak ingin ada satu pun anak Pekanbaru yang tertinggal dari pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi hak yang benar-benar dapat diakses semua kalangan, tanpa pengecualian.

“Maka tidak boleh lagi anak-anak di Pekanbaru yang putus sekolah. Pekanbaru harus zero anak putus sekolah,” kata Wako Agung, Senin (22/6).

Advertisement

Komitmen tersebut, lanjutnya, juga diwujudkan melalui kerja sama dengan 23 sekolah swasta SMP di Kota Pekanbaru. Melalui program ini, anak-anak yang sebelumnya terkendala biaya dapat kembali bersekolah tanpa dipungut biaya SPP selama tiga tahun.

Adapun sekolah swasta yang terlibat di antaranya SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu, SMP IT Al-Muhajirin, SMP Tri Bhakti, SMP Pekerti Mulya, SMP Islam YLPI, SMP Masmur, hingga SMP Tunas Karya, serta sejumlah sekolah swasta lainnya yang tersebar di Pekanbaru.

“Ini untuk mendukung pendidikan berkualitas bagi penerus Kota Pekanbaru,” ujar Agung.

Selain memperluas akses pendidikan gratis, Pemko Pekan­baru juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk program beasiswa. Beasiswa ini menyasar pelajar dan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk siswa sekolah negeri dan swasta, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Agung menegaskan bahwa program beasiswa tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu, melainkan untuk memastikan pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh anak Pekanbaru. Termasuk di dalamnya perhatian khusus bagi penyandang disabilitas dan santri penghafal Al-Qur’an.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Beasiswa CSR BRK Syariah Bantu Mahasiswa STIT Mumtaz Karimun Wujudkan Cita-cita Pendidikan

Beasiswa CSR BRK Syariah Bantu Mahasiswa STIT Mumtaz Karimun Wujudkan Cita-cita Pendidikan

Program beasiswa yang disalurkan melalui Corporate Social Responsibility BRK Syariah tidak hanya membantu mahasiswa dalam aspek finansial

Ada Beasiswa Kelapa Sawit dari BPDP, Biaya Ditanggung, Kuansing Dapat Jatah 50 Orang

Ada Beasiswa Kelapa Sawit dari BPDP, Biaya Ditanggung, Kuansing Dapat Jatah 50 Orang

Kabupaten Kuantan Singingi dijatah 50 orang untuk mendapatkan beasiswa kelapa sawit. Nantinya biaya pendidikan akan ditanggung oleh BPDP

Beasiswa Riau dan Investasi Masa Depan Daerah

Beasiswa Riau dan Investasi Masa Depan Daerah

Beasiswa Rp62 miliar untuk 3.644 mahasiswa bukan sekadar bantuan kuliah, tetapi investasi SDM dan masa depan Riau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer