
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Almaida Romi (19) sempat limbung dengan masa depannya usai menamatkan sekolah di bangku pondok pesantren, di kampung halamannya, di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Terbesit ingin melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi, namun harapan itu pupus karena keterbatasan biaya.
Di sisi lain, tanpa keterampilan khusus, pemuda ini tidak begitu percaya diri untuk melamar pekerjaan. Beberapa bulan setelah dinyatakan lulus sekolah tahun ajaran 2026, hari-harinya kosong tanpa aktivitas berarti, menganggur, berada dalam bayang-bayang ketidakpastian masa depan.
Romi kerap merasa gelisah saat melihat orang tuanya harus berjuang di tengah kesulitan ekonomi keluarga. Terlebih sang ayah yang dulunya menjadi tulang punggung keluarga mengalami sakit usai mengalami kecelakan sepeda motor beberapa tahun silam. Di usianya yang masih muda, ia berharap kesempatan untuk bisa menopang ekonomi keluarganya kembali.
Baca Juga: Dua Mahasiswa Riau Tembus Top 10 Trailblazer Google Student Ambassador Indonesia 2026
‘’Setelah tamat sekolah saya sempat bingung. Mau kuliah tidak ada biaya, mau kerja belum punya keterampilan. Beruntung, saya dapat informasi pelatihan ini dari media sosial. Begitu dinyatakan lulus seleksi, rasanya seperti diberi jalan terang,’’ ujar Romi mengenang awal perjalanannya, Kamis (3/9).
Titik balik itu hadir ketika Romi menemukan sebuah unggahan media sosial tentang Program Vokasi Nonmigas 2026 yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kampar. Romi memberanikan diri mendaftar, mengikuti serangkaian proses seleksi, hingga akhirnya dinyatakan lulus sebagai salah satu peserta pelatihan teknisi AC.
Kini, Romi tampil lebih percaya diri. Tak sekadar teori, Romi mendapatkan pembekalan komprehensif, praktik perbaikan dan perawatan AC, hingga mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tak hanya ilmu, PHR juga membekalinya dengan paket bantuan peralatan teknisi AC yang sangat lengkap, sebagai ‘’senjata’’ masa depan yang siap ia gunakan untuk langsung terjun membuka usaha mandiri demi membantu perekonomian keluarga.
Kisah menarik peserta pelatihan teknisi AC lainnya hadir dari Lisna Sudensari (20). Di tengah dominasi laki-laki dalam dunia teknisi pendingin, sosok Lisna menyita perhatian. Bagi gadis muda ini, profesi teknisi AC tidak mengenal batasan gender. Sebulan menjalani pelatihan intensif tak sedikit pun menyurutkan langkahnya.
Naik turun tangga, memegang mesin steam pembersih bertekanan tinggi, hingga mengukur arus listrik dengan tang ampere telah menjadi ‘’makanan’’ sehari-hari bagi Lisna saat menguti pelatihan di BLK Bengkalis. Bukannya canggung, ia justru merasa bangga dan tertantang.
Berbekal sertifikat kompetensi BNSP yang diakui secara nasional, Lisna berencana meniti karir terlebih dahulu di dunia kerja formal untuk menyerap pengalaman lapangan sebanyak-banyaknya, sebelum kelak mewujudkan mimpinya membangun usaha servis AC milik sendiri.
Kisah Romi dan Lisna merupakan bagian dari dampak nyata Program Vokasi Nonmigas 2026 yang diinisiasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas teknis dan kemandirian ekonomi masyarakat yang berada di desa-desa ring 1 wilayah operasional perusahaan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




