Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PJJ, Siswa Dibekali Tugas Sekolah 

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
DARING: Guru SMPN 10 Pekanbaru melakukan Pembelajaran Jarak Jauh  (PJJ) atau dalam jaringan (daring) dengan murid-muridnya, Rabu (16/9/2026).(EVAN GUNANZAR/RIAU POS)
DARING: Guru SMPN 10 Pekanbaru melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau dalam jaringan (daring) dengan murid-muridnya, Rabu (16/9/2026).(EVAN GUNANZAR/RIAU POS)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Akibat kabut asap dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang mencapai angka 220–243 dengan kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, sekolah di Kota Pekanbaru mulai dari tingkat PAUD, SD hingga SMP kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah dalam jaringan (daring) mulai Rabu-Sabtu (16–19/9).

Dalam pembelajaran jarak jauh, siswa dibekali tugas sekolah agar mengejar ketertinggalan materi pelajaran jelang menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) beberapa bulan ke depan.

Kepala SMPN 10 Pekanbaru Wijanti Sriutarii SPd MSi, Rabu (16/9) mengatakan, selama masa pembelajaran jarak jauh dilakukan, pihak sekolah tetap memberikan pembelajaran secara daring melalui vidio atau tugas sesuai mata pelajaran siswa.

Langkah ini dilakukan, agar para siswa tetap dapat menerima pembelajaran sekolah meskipun jarak jauh. Namun dalam pelaksanaannya PJJ yang kesekian kalinya ini masih tetap menimbulkan kendala. Karena tidak banyak siswa yang memiliki alat telekomunikasi yang mendukung kegiatan pembelajaran daring.

”Pembelajaran masih seperti biasa. Kalau satu hari terdapat empat mata pelajaran maka siswa tetap mendapatkan pembelajaran atau tugas dari guru. Namun selama PJJ berlangsung kami tetap memiliki kendala baik dari segi jaringan atau alat telekomunikasi siswa yang terbatas di rumah,”katanya. 

Advertisement

Diakuinya, pembelajaran jarak jauh tidak seefektif dengan pembelajaran tatap muka terbatas.  Namun melihat kondisi cuaca di Pekanbaru yang belum baik dan membahayakan kesehatan siswa , pihaknya tetap berupaya agar pembelajaran jarak jauh ini dapat diserap oleh siswa.

”Jelas tidak efektif dari pembelajaran tatap muka. Namun karena situasi dan kondisi cuaca Pekanbaru yang masih buruk serta membahayakan kesehatan siswa maka kita tetap menjalani PJJ tersebut. Semoga saja kualitas udara di Pekanbaru bisa kembali membaik agar siswa bisa sekolah seperti biasanya,” katanya.(ayi)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Asap Semakin Tebal, Sekolah Terapkan PJJ Bertambah di Riau

Asap Semakin Tebal, Sekolah Terapkan PJJ Bertambah di Riau

Kabut asap akibat karhutla kembali memburuk di Riau. BMKG mendeteksi asap lintas wilayah, sementara sejumlah daerah menerapkan PJJ.

Kualitas Udara Masih Sama, Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ Sehari demi Kesehatan Anak

Kualitas Udara Masih Sama, Pemko Pekanbaru Perpanjang PJJ Sehari demi Kesehatan Anak

Pemko Pekanbaru memperpanjang PJJ sehari. Tujuannya untuk menjamin kesehatan anak didik. Saat ini kualitas udara masih sama seperti sebelum

Utamakan Kesehatan Anak, Pemko Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Sambil Pantau Kualitas Udara

Utamakan Kesehatan Anak, Pemko Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Sambil Pantau Kualitas Udara

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menetapkan pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari sambil pantau kualitas udara

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer