
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau (Unri) Prof Ahmad Fadli ST MT PhD terpilih sebagai Rektor Unri periode 2026-2030. Ia meraih suara terbanyak dalam Sidang Senat Universitas dengan agenda pemilihan rektor, Selasa (13/10) sore.
Ahmad Fadli akan menggantikan Prof Dr Hj Sri Indarti SE MSi. Dalam pemilihan tersebut, Ahmad Fadli unggul dengan perolehan 53 suara. Sementara itu, dua pesaingnya yakni Wakil Rektor I Unri Dr Mexsasai Indra SH MH memperoleh 29 suara, dan Prof Dr Jimmi Copriady MSi meraih 12 suara.
Terpilihnya Ahmad Fadli menjadi awal dari kepemimpinan baru di kampus negeri terbesar di Provinsi Riau tersebut. Sejumlah agenda strategis telah disiapkan. Mulai dari konsolidasi internal, pembenahan tata kelola, optimalisasi aset kampus, hingga upaya mencari sumber pendanaan alternatif untuk mendukung keberlanjutan pendidikan.
Baca Juga: Revitalisasi SDN 002 Telukkuantan Perlu Dukungan Pusat Empat Kelas Pernah Terbakar
Ketua Senat Unri, Prof Dr Ir Zulkarnaini MSi mengatakan, proses pemilihan rektor berlangsung lancar dan baik. Ketiga calon yang mengikuti pemilihan telah melalui tahapan sesuai ketentuan yang berlaku. “Alhamdulillah, dari tiga calon, Prof Ahmad Fadli terpilih sebagai rektor “ ujar Zulkarnaini.
Setelah pemilihan selesai, panitia senat akan menyusun berita acara hasil pemilihan untuk selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Zulkarnaini menjelaskan, penyampaian hasil pemilihan akan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku, yakni oleh ketua senat melalui rektor yang sedang menjabat, Prof Sri Indarti, untuk diteruskan kepada kementerian.
Selanjutnya, pihak universitas akan menunggu konfirmasi kementerian terkait jadwal pelantikan rektor terpilih. Berdasarkan perkiraan jadwal yang disampaikan, pelantikan direncanakan berlangsung pada 20 Desember 2026. “Sebagai prosedurnya, kami juga akan mengirimkan hasil pemilihan rektor ini melalui ketua senat. Ketua senat melalui Ibu Rektor Sri Indarti untuk dikirimkan ke kementerian,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Fadli menyampaikan, selesainya proses pemilihan harus menjadi momentum untuk kembali menyatukan seluruh elemen di lingkungan Unri. Menurutnya, perbedaan pilihan selama proses pemilihan tidak boleh berlanjut setelah penetapan hasil.
Ia menegaskan, seluruh pihak perlu kembali berfokus pada tujuan bersama, yakni memajukan Unri dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi tersebut. “Jadi, dengan berakhirnya pemilihan ini, tentu semua kembali bersatu dan tidak ada lagi perbedaan. Selanjutnya, kita konsolidasi apa-apa yang perlu kita perbaiki. Kemudian, mana yang kira-kira sudah bagus dan akan kita baguskan lagi,” ujarnya.
Ahmad Fadli juga menyebutkan pentingnya merangkul seluruh calon yang sebelumnya ikut berkompetisi dalam pemilihan rektor. Apalagi itu juga merupakan pesan yang disampaikan oleh kementrian. Menurutnya, pembangunan universitas tidak dapat dilakukan hanya oleh kelompok tertentu, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur kampus. (dof)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




