Yandri: Amien Rais Posisinya Tetap yang Tertinggi

Politik | Kamis, 12 Maret 2020 - 00:15 WIB

Yandri: Amien Rais Posisinya Tetap yang Tertinggi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Nama pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais disebut tak masuk dalam stuktur kepengurusan PAN 2020-2025 hasil Kongres ke-5 Kendari, yang telah mengantongi SK Menteri Hukum dan HAM.

Menurut politikus PAN Yandri Susanto, sesuai penjelasan Ketum PAN Zulkifli Hasan, posisi ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) yang sebelumnya dijabat Amien, sekarang dipercayakan kepada Hatta Rajasa. Sedangkan ketua Dewan Kehormatan dijabat Soetrisno Bachir.


"Nah, persoalan posisi Pak Amien, Bang Zul sampaikan bahwa Pak Amien tetap spesial di PAN. Dan kalau istilah saya itu Pak Amien tetap tertinggi, enggak ada yang bisa menandingi siapa pun. Walaupun mungkin enggak ada di struktur tetapi fungsi dan keberadaannya enggak ada yang bisa menandingi. Jadi pak Amien tetap yang tertinggi," ujar Yandri di Jakarta, Rabu (11/3).

Yandri yang di pengurusan lalu menempati posisi ketua DPP, menyebutkan bahwa sosok Amien tetap spesial karena mantan ketua MPR RI itu merupakan pendiri partai berlambang matahari terbit.

"Iya dia pendiri PAN, terus tokoh sentral di PAN. Orang tua kami semua. Jadi enggak bisa ada yang gantikan Pak Amien. Itu secara substansi. Tapi kalau di struktural ya mungkin di situ ada rotasi atau perkaderan. Dan itu kan kader-kader Pak Amien semua," jelas politikus Senayan ini.

Soetrisno Bachir, kata Yandri, merupakan kadernya Amien Rais. Begitu juga Hatta Rajasa, bahkan Zulkifli Hasan yang menjadi ketum PAN dua kali berturut-turut juga kadernya Amien.

Saat ditanya posisi kubu rival Zulkifli Hasan di Kongres Kendari, seperti Mulfachri Harahap dan Hanafi Rais, Yandri berdalih belum mengetahui struktur kepengurusan secara utuh karena belum diumumkan oleh ketum selaku formatur tunggal.

"Kalaupun memang ada beberapa nama yang tidak masuk, itu karena slot untuk jadi pengurus tentu terbatas. Di AD/ART saja sudah dicantumkan wakil ketua umum sebanyak-banyaknya 5 orang, berarti kan enggak boleh lebih dari 5," jelas Yandri.

Namun demikian, politikus asal Banten, ini menekankan bahwa bagi kader yang tidak masuk kepengurusan, bukan berarti mereka disingkirkan.

"Bukan berarti enggak masuk kepengurusan itu dipinggirkan atau ditinggalkan," tandas Yandri.(fat/jpnn)

Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
 




youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



Sharp Pekanbaru PSBB

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-07-13.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com