Partai Gelora Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Untuk Perubahan Iklim

Politik | Kamis, 25 November 2021 - 13:45 WIB

Partai Gelora Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Untuk Perubahan Iklim
Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta dalam acara talk show virtual Partai Gelora, kemaren. (YUSNIR/RIAUUPOS.CO)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -  Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengajak BMKG, perguruan tinggi dan semua pihak untuk ikut serta dalam berkolaborasi memberikan literasi perubahan iklim kepada masyarakat. 
 
Literasi ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi awal dan mengetahui bagaimana cara melakukan mitigasi, terhadap dampak perubahan iklim, terutama dalam sektor pertanian dan kelautan. 
 
"Jadi ada tindak lanjut yang bisa kita kolaborasikan, yaitu program literasi iklim kepada petani dan nelayan," kata Anis Matta dalam Gelora Talk bertajuk ’Ancaman Climate Change, Bagaimana Sektor Pertanian dan Kelautan Nasional Menghadapinya?’, Rabu (24/11/2021). 
 
Menurut Anis Matta, masyarakat  bisa melakukan mitigasi apabila mendapatkan informasi awal, sehingga hal itu membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan mereka. 
 
"Jadi program literasi iklim ini, saya kira tema kerja sama yang sangat menarik, memberikan penjelasan kepada masyarakat maupun pelatihan-pelatihan," katanya.
 
Salah satu cara memberikan literasi tersebut, antara lain melalui ajakan untuk menanam pohon untuk menghadapi perubahan iklim. Pada 28 November nanti, Partai Gelora akan mencanangkan program Gelora Tanam 10 Juta Pohon di Jawa Barat. 
 
"Jika kader kami saat ini lebih dari setengah juta orang,  maka kira-kira setiap kadernya akan menanam sekitar 20 pohon terhitung dalam dua tahun kedepan, terhitung dari dari tanggal 28 November sampai dengan November 2023," katanya. 
 
Partai Gelora, lanjutnya, ingin menginspirasi masyarakat untuk menanam pohon. Sebab, dampak perubahan iklim itu merupakan ancaman keamanan nasional, selain ancaman keselamatan dan kelangsungan hidup kita di planet ini. 
 
"Selama ini, respon terhadap isu perubahan iklim dinilai masih  ’slow respon’, padahal dibutuhkan ’sense of urgency’ (keterdesakan), respon cepat dan tanggungjawab bersama," katanya. 
 
Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan, BMKG Dr. Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, dalam menyikapi perubahan iklim ini, BMKG telah membuat Sekolah Iklim yang memberikan pelatihan lapangan kepada petani dan nelayan. 
 
"Kita memberikan layanan informasi cuaca ekstrem untuk para petani untuk meningkatkan produktivitasnya. Kalau nelayan, kita memberikan berbagai macam prediksi gelombang dan arus," ujar Ardhasena. 
 
Sementara Wakil Dekan FMIPA IPB Dr Akhmad Faqih mengatakan, IPB telah memberikan bantuan kepada pemerintah untuk melakukan penyebaran informasi mengenai penanggulangan bencana dan adaptasinya. 
 
"Kami juga terlibat memberikan pelatihan di 10 kota, bagaimana agar mereka bisa menyusun sistem informasi adaptasi perubahan iklim," jelas Faqih.
 
Laporan: Yusnir (Jakarta) 
 
Editor: Erwan Sani 




Pemkab Rokan Hulu



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  1-DESS.jpg


OPINI

Atan Sengat 2021-12-01 11:18:12
RUBAIDA ROSE guru MA Ponpes Nurul Islam Kampung Baru Kuantan Singingi Redefinisi Makna Belajar buat Guru 01 Desember 2021



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com