Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi Minyak Turun 2 Juta Barel

j
Penulis: jpg❯

BAHLIL
BAHLIL

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di  Riau, menyebabkan hilangnya produksi minyak di sumur Rokan sekitar 2 juta barel.

“Kami laporkan bahwa kami di awal tahun ini mengalami musibah kecil di Sumatera. Pipa kami bocor, sehingga potensi kehilangan (minyak) sekitar 2 juta barel di awal tahun,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1).

Meskipun kecelakaan, tutur Bahlil, tetaplah ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, Bahlil akan menjatuhkan sanksi bagi pejabat di lingkungan Kementerian ESDM dan BUMN terkait.

“Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait,” ucap Bahlil.

Ledakan pipa gas PT TGI menimbulkan kebakaran hebat di Indragiri Hilir, Jumat (2/1). Sebanyak 10 orang dilaporkan terluka, masing-masing tiga kendaraan dan bangunan juga dilaporkan terbakar.


Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Bahlil: Jangan Pesimis, Stok CPO 50 Juta Ton per Tahun 

Bahlil: Jangan Pesimis, Stok CPO 50 Juta Ton per Tahun 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan implementasi biodiesel 50 (B50) tetap berjalan sesuai jadwal

SPBU Minta Pertamina Suplai BBM Tiap Hari 

SPBU Minta Pertamina Suplai BBM Tiap Hari 

Antrean BBM masih terjadi di Kuansing dan Rohul akibat pasokan tersendat, terutama biosolar; peralihan dari pertamax ke pertalite ikut memic

Ekspor Migas Tak Kena Aturan Satu Pintu

Ekspor Migas Tak Kena Aturan Satu Pintu

Pemerintah pastikan migas tak masuk skema ekspor satu pintu Danantara dan dibebaskan dari aturan DHE.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer