Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo: Kader Gerindra Jangan Macam-Macam

j
Penulis: jpg❯
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Prabowo Subianto kembali mengeluarkan peringatkan bagi seluruh kader Partai Gerindra. Dia meminta mereka tidak macam-macam. Sebab, bila nakal dan melanggar hukum, Prabowo tidak akan segan-segan menangkap mereka.


Advertisement

Peringatan itu disampaikan oleh Prabowo di hadapan seluruh unsur pimpinan level pusat dan daerah dalam agenda Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), Senin (2/2). Meski kader Partai Gerindra adalah anak buahnya di partai politik (parpol), dia memastikan tidak akan segan.

“Nggak ada urusan saya, kalau (kader Partai) Gerindra brengsek, Gerindra pun saya tangkap saudara-saudara. Jangan macam-macam. Nggak ada itu,” tegasnya.

Keterangan itu disampaikan oleh Prabowo saat dirinya menyampaikan penjelasan mengenai pentingnya kesatuan dan persatuan di Indonesia. Menurut dia, perbedaan tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja bersama-sama demi Indonesia yang lebih baik.

Advertisement

“Saya mengajak, mari! saudara-saudara kita bersatu, tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat, yang timbul karena sejarah. Kita belajar dari sejarah. Segala pertikaian, segala permusuhan, segala kesalahan mari kita tanam dalam-dalam. Kita bisa bicara, kita bisa ribut terus, kita bisa ribut terus. Tidak ada gunanya,” jelas dia.

Prabowo mengingatkan bahwa saat ini dunia berkembang dengan sangat cepat. Karena itu, butuh kesatuan dan persatuan untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia terlindungi dan terlayani. Perbedaan-perbedaan yang ada, tidak boleh lagi diributkan. Sebab, yang penting saat ini adalah kebersamaan untuk membangun bangsa.

“Saya mengajak, mari! saudara-saudara kita bersatu, tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat, yang timbul karena sejarah. Kita belajar dari sejarah. Segala pertikaian, segala permusuhan, segala kesalahan mari kita tanam dalam-dalam. Kita bisa bicara, kita bisa ribut terus, kita bisa ribut terus. Tidak ada gunanya,” jelas dia.

Advertisement

Prabowo mengingatkan bahwa saat ini dunia berkembang dengan sangat cepat. Karena itu, butuh kesatuan dan persatuan untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia terlindungi dan terlayani. Perbedaan-perbedaan yang ada, tidak boleh lagi diributkan. Sebab, yang penting saat ini adalah kebersamaan untuk membangun bangsa.

“Intinya sekarang, saya dipilih sekarang, saya akan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia. Saya tidak akan tanya ini gubernurnya partai mana ya, dulu pilih calon (presiden) nomor 1, nomor 2, atau nomor 3. Saya nggak akan tanya,” tegasnya.(jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Saat Sidang Putusan Gibran di MK, Jokowi Temui Presiden Prabowo, Ajudan Sampaikan Hal Ini

Saat Sidang Putusan Gibran di MK, Jokowi Temui Presiden Prabowo, Ajudan Sampaikan Hal Ini

Joko Widodo (Jokowi) bertemu secara tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara saat Sidang putusan Gibran di MK.

Prabowo Berhentikan Listyo Sigit sebagai Kapolri, Kepala BNN Komjen Suyudi Diusulkan Jadi Pengganti

Prabowo Berhentikan Listyo Sigit sebagai Kapolri, Kepala BNN Komjen Suyudi Diusulkan Jadi Pengganti

Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Listyo Sigit sebagai Kapolri dan mengusulkan ke DPR Kepala BNN Komjen Suyudi jadi penggant.

Kurang dari 2 Tahun, Prabowo Sudah Dua Kali Ganti Menkeu, Samai Era Gus Dur Punya 3 Bendahara Negara

Kurang dari 2 Tahun, Prabowo Sudah Dua Kali Ganti Menkeu, Samai Era Gus Dur Punya 3 Bendahara Negara

Kurang dari dua tahun, Presiden Prabowo Subianto sudah dua kali mengganti Menkeu, menyamai era Gus Dur yang punya 3 bendahara negara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer