Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Pendapatan dari Pajak Bahan Bakar hingga Alat Berat

A
Penulis: Afiat Ananda❯

 


Advertisement

Abdullah
Abdullah

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -  Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah (OPD) DPRD Riau mulai melakukan penelusuran terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Riau.  Langkah ini dilakukan guna menggali potensi pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak.

Advertisement

Kegiatan ini difokuskan pada objek pajak yang dinilai belum maksimal kontribusinya, seperti Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), pajak air permukaan, serta pajak alat berat.

Ketua Pansus OPD DPRD Riau Abdullah menyampaikan,  timnya melakukan pencocokan data antara laporan perusahaan dengan kondisi riil di lapangan. “Kami ingin memastikan antara laporan yang disampaikan perusahaan dengan kondisi sebenarnya. Karena di lapangan sering ditemukan adanya perbedaan data,” ujar Abdullah, Senin (6/4).

Advertisement

Ia menjelaskan, verifikasi langsung ke lapangan menjadi langkah penting agar potensi pajak tidak terlewat. “Kalau hanya mengandalkan data di atas kertas, kita khawatir masih ada potensi yang belum tergali secara maksimal,” katanya.

Pansus juga menyoroti masih rendahnya pendapatan dari sek­tor pajak bahan bakar di Riau. Jika dibandingkan dengan daerah lain, angka yang diperoleh dinilai belum sebanding dengan aktivitas ekonomi yang ada. 

“Padahal aktivitas penggunaan bahan bakar di Riau cukup tinggi. Ini yang sedang kita telusuri, kenapa kontribusinya belum optimal,” tambahnya. 

Menurutnya, apabila potensi tersebut dapat dimaksimalkan, maka pendapatan daerah dari sektor pajak akan meningkat signifikan. Hal yang sama juga berlaku untuk pajak air permukaan dan alat berat yang saat ini masih dalam tahap penghitungan oleh sejumlah perusahaan. 

Tim Pansus menargetkan ratusan perusahaan untuk di sisir. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap guna memperoleh data yang akurat sekaligus mendo­rong kepatuhan wajib pajak. “Kami menargetkan ratusan perusahaan untuk diverifikasi. Ini dilakukan bertahap agar datanya benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.(nda) 

Advertisement
Editor : Arif Oktafian
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Ketika Negara, Masyarakat Adat, dan Korporasi Berbeda Memaknai Tanah

Ketika Negara, Masyarakat Adat, dan Korporasi Berbeda Memaknai Tanah

Konflik agraria di Riau bukan sekadar soal batas atau sertifikat, melainkan pertentangan makna antara hukum negara, adat, dan korporasi.

Jalan Rusak Rengat-Rumbai Diusulkan Masuk APBD Riau 2027

Jalan Rusak Rengat-Rumbai Diusulkan Masuk APBD Riau 2027

Jalan rusak Rengat-Rumbai dan Kemuning-Bagan Jaya diusulkan masuk APBD Riau 2027 untuk meningkatkan akses transportasi dan keselamatan warga

Antre Solar sampai Bawa Bekal Nasi, DPRD Riau Segera Surati Plt Gubernur

Antre Solar sampai Bawa Bekal Nasi, DPRD Riau Segera Surati Plt Gubernur

Antrean solar di Pekanbaru mengular. Pengendara bahkan membawa bekal nasi, sementara DPRD Riau mendorong pembentukan Satgas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer