JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Prabowo Subianto berencana membangun gedung khusus bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah lembaga Islam lainnya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Gedung tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi dengan ketinggian mencapai 40 lantai.
Rencana pembangunan itu menuai beragam kritik dari publik. Sejumlah pihak menilai proyek tersebut terkesan kontras dengan kondisi kemiskinan, persoalan stunting, serta keterbatasan infrastruktur pendidikan di sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menanggapi kritik tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menilai masukan publik sebagai hal yang sah dan patut dihargai. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak mencampuradukkan antara tataran kebijakan nasional dan persoalan teknis pelaksanaan di lapangan. “Kalau bicara soal kemiskinan, makanan, stunting, dan pendidikan, itu semua sudah memiliki kebijakan nasionalnya. Presiden telah menetapkannya sebagai prioritas,” ujar Idrus. Editor : Arif Oktafian