Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PKB Minta Kadernya Perkuat Adab dalam Berpolitik

jpg • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:32 WIB

Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid alias Cak Udin dalam sebuah acara, belum lama ini.
Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid alias Cak Udin dalam sebuah acara, belum lama ini.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menekankan pentingnya adab dalam berpolitik. Partai menilai kepintaran tidak bisa menjadi satu-satunya modal yang dimiliki, sebab butuh adab agar untuk mengontrol kehidupan menjadi lebih baik.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid alias Cak Udin dalam Kajian Rutin Ramadhan Seri ke-4. Pada kesempatan ini, kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari menjadi rujukan utama dalam memperkuat moral kader partai.

“Mencari orang pintar itu banyak. Mencari orang cerdas itu mudah. Tapi mencari orang beradab itu sulit. Hari ini guru ilmu sangat mudah, ChatGPT, AI, dan teknologi digital tersedia di genggaman. Tetapi guru adab tidak bisa dicari sembarangan. Perlu istikharah, perlu sanad, perlu keteladanan,” kata Cak Udin di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh Nomor 9 Jakarta Pusat, Senin (23/2).

Dia menyampaikan, dunia politik Indonesia saat ini semakin kompleks, pragmatis, dan rawan transaksional. Oleh karena itu, kader PKB ditekankan untuk kembali kepada ajaran ulama agar memiliki kepribadian yang baik.

Ada dua alasan utama PKB terus mengkaji karya Mbah Hasyim. Pertama, sebagai bentuk kecintaan dan komitmen intelektual terhadap karya-karya beliau. PKB ingin seluruh kadernya layak disebut sebagai santri Hadratusyaikh, bukan hanya secara historis, tetapi secara nilai dan perjuangan.

Kedua, sebagai bentuk pengabdian dalam menjaga dan membesarkan karya terbesar Mbah Hasyim, yakni Nahdlatul Ulama. Bagi PKB, merawat NU bukan sekadar nostalgia sejarah.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) #Hasanuddin Wahid #Adab politik