PANDEMI COVID-19

Kasus Harian Riau Nomor 2 di Indonesia

Riau | Rabu, 05 Mei 2021 - 09:24 WIB

Kasus Harian Riau Nomor 2 di Indonesia
ilustrasi (INTERNET)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penambahan pasien positif Covid-19 harian di Riau masih terus meningkat. Per Selasa (4/5), Riau tercatat sebagai daerah dengan penambahan pasien Covid-19 terbanyak kedua di Indonesia dengan 483 orang. Kasus harian terbanyak kemarin adalah Jawa Barat dengan 912 orang. Sementara DKI Jakarta di posisi ketiga di bawah Riau dengan penambahan 416 orang. Sementara posisi keempat adalah Jawa Tengah dengan penambahan kasus terkonfirmasi positif 375 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, dengan penambahan pasien positif tersebut, total pasien Covid-19 di Riau mencapai 46.061. Sementara itu, pasien yang sembuh bertambah 331 orang.


"Untuk total pasien sembuh sebanyak 39.735 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia bertambah tujuh orang sehingga total 1.141 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Riau,"katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, sejak pandemi Covid-19 ditemukan di Riau pada Maret 2020, bulan April 2021 menjadi bulan tertinggi penambahan pasien Covid-19 di Riau. Dalam kurun waktu satu bulan, pasien Covid-19 bertambah 9.511 orang.

"Kalau kita lihat tren penambahan pasien positif Covid-19 sejak awal pandemi, memang tren kasus terkondisi Covid-19 bulan April lalu menjadi yang tertinggi,"sebutnya.

Pembatasan Operasional Usaha Segera Diterbitkan

Angka pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Pekanbaru yang tinggi membuat pemerintah mengambil ancang-ancang untuk membatasi operasional usaha. Nantinya, tempat usaha direncanakan hanya boleh buka hingga pukul 20.00 WIB. Langkah ini diambil menyusul belum meredanya penularan Covid-19 di ibukota Provinsi Riau ini. Pekanbaru diketahui saat ini merupakan zona merah dengan risiko tinggi penularan Covid-19. Selain ini, 44 dari 83 kelurahan yang ada juga merupakan zona merah, yakni kelurahan dengan angka positif diatas 10 kasus.

Dari data Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru per Senin (3/5) kemarin, total kasus positif Covid-19 di Pekanbaru sudah mencapai 21.175 kasus dengan 400 di antaranya meninggal dunia. Saat ini pula, ada 2.255 kasus aktif yang masih ditangani.

Diungkapkan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru HM Jamil MAg MSi, Selasa (4/5), aktivitas pelaku usaha akan dibatasi, juga pergerakan masyarakat khususnya pada malam hari. 

"Pak Kapolda meminta Pak Wali Kota untuk mengeluarkan instruksi terkait pembatasan jadwal operasional tempat usaha hingga pukul 8 malam,"kata dia.

Dengan instruksi tersebut, pelaku usaha selama batas waktu yang ditentukan hanya bisa beroperasi hingga pukul 20.00 WIB. Instruksi ini berlaku bagi seluruh pelaku usaha di pinggir jalan hingga pusat perbelanjaan. Karena dari pengawasan Satgas Covid-19 masih didapati para pelaku usaha khususnya tempat makan ramai dikunjungi saat malam hari. Mereka juga beroperasi hingga larut malam. Kondisi ini menjadi potensi penyebaran Covid-19. 

"Ada pengecualian untuk usaha makanan, nantinya dibatasi cuma untuk bawa pulang bukan makan di tempat,"terangnya.

Kemudian, pusat perbelanjaan ramai menjelang Idulfitri sehingga menimbulkan kerumunan. Kondisi ini juga membuat pusat perbelanjaan berpotensi jadi tempat penyebaran Covid-19. Pengelola pusat perbelanjaan harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Mereka harus memastikan fasilitas penunjang protokol kesehatan tersedia. 

"Kita ingatkan seluruh pelaku usaha agar jaga protokol kesehatan secara ketat,"tegasnya.

Pengelola tidak cuma harus menyediakan fasilitas mendukung protokol kesehatan. Mereka juga harus mengurangi kapasitas yang ada sebanyak 50 persen. Jamil mengingatkan agar pengelola pusat perbelanjaan mengikuti kebijakan ini. Satpol PP Kota Pekanbaru bersama aparat terkait akan mengawasi aktivitas di pusat perbelanjaan. 

"Saat ini banyak masyarakat yang belanja ke pusat perbelanjaan, maka kita bakal beri peringatan agar tidak berkerumun,"imbuhnya.

Dalam pada itu, fasilitas yang tahun lalu disiapkan untuk lokasi isolasi mandiri kini akan diaktifkan lagi oleh Pemko Pekanbaru. Fasilitas ini adalah Rusunawa Rejosari yang tahun lalu disebut dengan rumah sehat. 

"Kita aktifkan rumah sehat di rusunawa, sudah beberapa waktu lalu kosong. Sekarang kita aktifkan kembali,"kata Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT.

Rusunawa Rejosari memiliki kapasitas 66 tempat tidur. Tahun lalu puluhan ruangannya diisi untuk isolasi pasien tanpa gejala. Seluruh kebutuhan dan biaya pengobatan pasien tanpa gejala ditanggung Pemko Pekanbaru. 

"Kalau seandainya tidak bisa melayani, nanti kita izinkan isolasi mandiri di rumah yang bisa menjalani prokes dengan baik,"ulasnya.

Diakui Firdaus, fasilitas layanan kesehatan bagi pasien Covid-19 mulai terbatas. Pihaknya berupaya agar bisa mengantisipasi kekurangan layanan kesehatan untuk penanganan Covid-19. Dia menilai pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit pemerintah di Pekanbaru. Ia menyebut layanan di rumah sakit swasta juga terbatas. 

"Kami juga berupaya meningkatkan fasilitas layanan bagi pasien Covid-19 di RSD Madani,"ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Riau dr Indra Yovi mengatakan, pascaditetapkannya kapten kapal berkebangsaan India dinyatakan positif Covid-19, saat bersandar di pelabuhan Dumai, kemarin pihaknya mendapat laporan empat anak buah kapal (ABK) lainnya juga diketahui positif Covid-19.

"Ada tambahan lagi, empat ABK-nya positif, setelah dites swab,"katanya.

Kondisi keempat ABK kapal India tersebut, masih tergolong ringan. Berbeda dengan kapten kapal yang kini sudah mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit di Pekanbaru, ia digolongkan dalam kondisi sedang menuju berat. 

"Untuk empat ABK, karena berstatus ringan belum ada kemungkinan menuju berat, maka hanya disarankan melakukan isolasi di dalam kapal. Untuk memantau kondisi kesehatan, tim medis diturunkan memantau langsung para ABK,"ujarnya. 

Masih Dikarantina di Perairan Dumai

Kapal  MT ARK Progress asal India  yang akan mengangkut CPO dari  perusahan pengolahan CPO di Dumai masih dikarantina di perairan Dumai. Itu menyusul ada satu ABK berinisial JRM (64) yang dinyatakan positif Covid-19 dan kini dirawat di RS Pekanbaru.

"Kapal masih dikarantina, ABK yang ada di atas kapal tidak boleh turun, karena dalam kondisi dikarantina,"ujar Plt Kepala KKP Kota Dumai Amal.

Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil swab PCR bagi para ABK lainnya. "Untuk pasien yang positif, masih mendapatkan perawatan di rumah sakit,"terangnya. 

Ia mengatakan  awalnya sekitar  27 April 2021 lalu, kapal MT Progress menunjukkan bendera kuning dalam artian kapal tersebut sedang dikarantina. 

"Petugas langsung melakukan rapid antigen kepada sekitar 20 ABK M.T. Progress‎ asal negara India tersebut dan hasilnya ada dua ABK yang dinyatakan reaktif dan langsung ditindak lanjuti ke tes PCR,"ujarnya. 

Di tambahkannya dari dua ABK yang rapid antigennya reaktif, dan setelah dilakukan tes PCR hanya satu ABK yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. 

"Hanya satu positif ABK tersebut dengan jabatan kapten kapal, kapal ini akan memuat CPO dari Dumai untuk di bawa ke luar negeri,"tutupnya. 

Sementara itu,  Kasi Pelayanan Kesehatan Diskes Kota Dumai dr Hafiz mengatakan terkait apakah ABK tersebut terpapar virus corona varian baru atau tidak, belum bisa dipastikan, karena masih dalam tahap pemeriksaan. 

"Kami sudah kirim sampel nya ke laboratorium Jakarta memerlukan waktu untuk mengidentifikasi virus corona varian baru tersebut,"tutupnya. 


Bank BJB
Living World Lebaran Shoping




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



petuah ramadan
Menyelamatkan Jiwa
Bagus Santoso (Wakil Bupati Bengkalis)

Menyelamatkan Jiwa

Selasa, 11 Mei 2021

EPAPER RIAU POS  11-mei.jpg

telatah ramadan

Colok Tujuh Likou

Selasa, 11 Mei 2021
Colok Tujuh Likou




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com