Polsek Tebingtinggi Razia Pekat, 10 WTS Terjaring

Riau | Sabtu, 06 Agustus 2011 - 09:20 WIB

BAGIKAN


BACA JUGA

loading...
SELATPANJANG (RP) - Dalam operasi pekat yang digelar pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tebing Tinggi, Kamis malam (4/8) di sejumlah daerah di Selatpanjang, terjaring sepuluh Wanita Tuna Susila (WTS).

Setelah bermalam di Mapolsek Tebing Tinggi, Jumat pagi, (5/8) diserahkan ke kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Kepulauan Meranti, untuk menjalani pembinaan.

Kepala Disosnakertrans, Drs Irmansyah, Jumat (5/8) saat ditemui menyebutkan bahwa razia tersebut dilakukan atas kerja sama dan dimotori pihak Polsek Tebing Tinggi.

Razia yang digelar oleh pihak kepolisian itu dilaksanakan sekitar pukul 22.00 WIB itu diarahkan ke sekitar pasar, penginapan DAN wisma yang dicurigai menjadi tempat mangkal WTS di Kota Selatpanjang.

‘’Kita akan berikan pembinaan kepada WTS yang berhasil dijaring oleh pihak Kepolisian Sektor Tebing Tinggi. Setelah diberikan pengarahan dan siraman rohani, kesepuluh WTS itu akan kita minta menendatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,’’ ungkap Irmansyah.

Lebih lanjut disebutkan Irman, secara tegas kepada kesepuluh WTS itu jika nantinya kembali kedapatan dan terjaring serta mengulangi perbuatan yang sama, maka pihaknya akan memberikan sanksi yang tegas dan berat. ‘’Bila perlu, mereka kita kirim langsung ke pusat rehabilitasi sosial yang ada di Pekanbaru, jika masih terus melakukan hal itu,’’ ujarnya spontan.

Seperti pengakuan salah seorang WTS, Su (26), yang berasal dari luar daerah menuturkan, dirinya sudah sekitar setahun berada di Selatpanjang. Dia mempunyai seorang anak laki-laki berumur 9 tahun.

Dan dirinya sudah bercerai dengan suaminya. Tapi anehnya, kartu identitas (KTP) yang ditunjukkannya kepada petugas yang melakukan pendataan terdapat ganda, dengan alamat Selatpanjang dan Bagan Siapi-api.

‘’Sekitar setahun lalu saya tiba di Selatpanjang. Saya berprofesi sebagai tukang pijit. Karena dengan memijit dan lainnya bisa mendapatkan uang lebih cepat,’’ aku Su menutupi dirinya sebagai WTS dengan berprofesi sebagai tukang pijit.

Secara umum, keseluruhan WTS mengaku berprofesi ganda, selain menjadi WTS. Termasuk juga memiliki kartu identitas ganda. Lebih lanjut para WTS itu berjanji akan kembali ke kampung halaman masing-masing.

Mendapati hal itu, Kadisosnakertrans langsung menegur dan menyarankan agar Su dan teman-temannya yang memiliki kartu identitas ganda, untuk melengkapi data identitas dengan benar dan menghapus tanda pengenal ganda itu.

‘’Tolong saudari lengkapi data dengan sebenar-benarnya. Jangan seperti ini, memiliki KTP ganda. Ada alamat Selatpanjang dan juga alamat Bagan Siapi-api. Tolong diganti KTP-nya dengan benar,’’ pinta Irmansyah.(amy)





youtube riaupos



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU





EPAPER RIAU POS  2020-09-18.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com